TL;DR:
- Token THE mengalami depresiasi 44%, turun dari $0,27 menjadi $0,15 menyusul manipulasi batas pasokan di Venus Protocol pada 15 Maret.
- Penyerang mengekstraksi aset senilai $14,9 juta (BNB, CAKE, BTCB) setelah secara artifisial meningkatkan daya pinjam dengan mengakumulasi 14,5 juta token.
- Venus Protocol melaporkan utang buruk senilai $2,15 juta, sementara Thena berusaha menginsentif pemegang dengan peningkatan drastis dalam imbal hasil (APR).
Serangan manipulasi pasokan terbaru terhadap Venus Protocol menyebabkan krisis kepercayaan di ekosistem DeFi, dengan token THE Thena menjadi pusat eksploitasi. Sebagai respons, Thena menjelaskan bahwa kontrak pintarnya tetap utuh; namun, reaksi pasar secara keseluruhan sangat bearish.
Sejak kejadian tersebut, volume perdagangan THE menurun lebih dari 51%. Menurut analisis teknis, penyerang membiayai operasi tersebut dengan 7.447 ETH langsung dari Tornado Cash, berhasil mengendalikan 84% dari batas pasokan untuk pasar pinjaman THE di Venus sebelum melakukan penarikan likuiditas.

Strategi Pemulihan dan Dampaknya terhadap Venus Protocol
Berbeda dengan token THE, aset tata kelola Venus (XVS) menunjukkan ketahanan selama seminggu terakhir, meningkat sebesar 12%. Ini menunjukkan bahwa investor menyalahkan arsitektur spesifik dari satu pasar pinjaman di Venus daripada kegagalan sistemik kedua protokol tersebut.
Sebagai bagian dari respons, tim Thena mengaktifkan langkah-langkah darurat untuk menghentikan arus keluar modal. Pada Selasa, 17 Maret, mereka mengonfirmasi bahwa Single Sided Vaults akan menerima peningkatan signifikan dalam Annual Percentage Rates (APR), didorong oleh komisi yang dihasilkan selama puncak volatilitas serangan.
Secara ringkas, pasar tetap berhati-hati terhadap kemampuan Thena untuk memulihkan nilai setelah dikaitkan dengan utang buruk senilai $2,15 juta. Keberhasilan insentif tata kelola baru akan menjadi penentu apakah token ini mampu stabil di atas $0,15 atau tekanan penjualan akan terus mendominasi pergerakan harga.


