Tether Membekukan $4,2 Miliar USDt Selama Tiga Tahun Amid Penindasan Kripto Global

iconCryptonewsland
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Tether telah membekukan sekitar $4,2 miliar USDt selama tiga tahun terakhir, dengan $3,5 miliar di antaranya sejak 2023. Dana-dana ini terkait dengan aktivitas kriminal seperti penipuan dan penghindaran sanksi. MiCA (Peraturan Pasar Aset Kripto UE) akan memperketat pengawasan, menambah tekanan pada likuiditas dan pasar kripto. Regulator dan lembaga-lembaga telah mendesak Tether untuk memblokir dompet selama penyelidikan. Departemen Kehakiman AS membekukan $61 juta USDt yang terkait dengan penipuan pig-butchering, sementara otoritas Turki memblokir $544 juta yang terkait dengan perjudian ilegal dan pencucian uang.
  • Tether membekukan 4,2 miliar USDt dalam tiga tahun seiring meningkatnya pengawasan regulator terhadap kejahatan kripto.
  • Pasokan USDt turun sebesar $2,7 miliar dalam dua bulan, menandai penurunan paling tajam sejak 2022.
  • Otoritas mengandalkan Tether untuk memblokir dompet dan membatasi dana yang terkait dengan penipuan.

Penerbit stablecoin Tether telah membekukan sekitar $4,2 miliar USDt selama tiga tahun terakhir. Token yang dibekukan terkait dengan aktivitas kriminal yang diduga. Sebagian besar pembatasan terjadi setelah 2023. Regulator dan lembaga penegak hukum meningkatkan pengawasan selama periode tersebut.

Menurut Reuters, Tether telah membekukan sekitar $4,2 miliar USDT yang terkait dengan aktivitas ilegal, dengan sekitar $3,5 miliar dari jumlah tersebut dibekukan sejak 2023. Pekan ini, perusahaan juga membantu Departemen Kehakiman AS dalam membekukan hampir $61 juta yang terkait dengan…

— Wu Blockchain (@WuBlockchain) 28 Februari 2026

Tether merilis data dalam komentar yang dilaporkan pada hari Jumat. Otoritas memperkuat penyelidikan terhadap penipuan kripto dan penghindaran sanksi. Akibatnya, Tether memperluas koordinasi kepatuhan. Perusahaan membatasi dompet yang terhubung dengan penyelidikan yang sedang berlangsung.

$4,2 miliar dalam USDt dibekukan sejak 2023

USDt tetap menjadi stablecoin terbesar yang beredar. Saat ini, jumlah yang beredar melebihi $180 miliar. Tiga tahun lalu, pasokannya berada di sekitar $70 miliar. Meskipun tumbuh, tindakan penegakan hukum juga meningkat.

Tether dapat membekukan token secara langsung di blockchain. Tether memblokir alamat dompet berdasarkan permintaan resmi. Mekanisme ini memungkinkan otoritas membatasi dana mencurigakan dengan cepat. Akibatnya, regulator mengandalkan kerja sama penerbit selama penyelidikan.

Kasus-kasus terbaru menyoroti tren ini. Tether membantu Departemen Kehakiman AS dalam menyita hampir $61 juta dalam bentuk USDt. Dana tersebut terkait dengan skema pig-butchering. Skema-skema ini melibatkan penipuan jangka panjang sebelum korban melakukan transfer uang.

Awal bulan ini, otoritas Turki meminta tindakan lebih lanjut. Tether membekukan sekitar $544 juta dalam mata uang kripto. Dana tersebut terkait dengan dugaan perjudian online ilegal dan pencucian uang. Oleh karena itu, koordinasi lintas batas menjadi lebih sering.

Upaya Penegakan Hukum Meluas ke Berbagai Stablecoin

Perusahaan analisis blockchain Elliptic melacak aktivitas daftar hitam yang lebih luas. Pada akhir 2025, Tether dan Circle telah memblokir sekitar 5.700 dompet. Dompet-dompet tersebut memegang sekitar $2,5 miliar secara gabungan. Sekitar tiga perempat dari alamat-alamat tersebut berisi USDt pada saat pembekuan.

Angka-angka ini menunjukkan bagaimana penerbit stablecoin sekarang memainkan peran penegakan langsung. Otoritas semakin bergantung pada kendali penerbit. Selain itu, penerbit memantau arus mencurigakan secara real time. Pendekatan ini menggabungkan transparansi blockchain dengan pengawasan terpusat.

Pasokan USDt mencatat penurunan tajam bulanan

Pada saat yang sama, pasokan USDt telah menyusut. Pasokan beredar turun sekitar $1,5 miliar pada Februari. Januari sudah mencatat penurunan $1,2 miliar. Bersama-sama, penurunan ini menandai penyusutan terbesar dalam tiga tahun.

Penurunan terakhir yang sebanding terjadi setelah kejatuhan FTX pada akhir 2022. Para analis mengaitkan penarikan saat ini dengan kondisi likuiditas yang lebih ketat. Namun, Tether menyalahkan perubahan tersebut pada pergeseran distribusi jangka pendek. Perusahaan mencatat bahwa USDC juga mencatat pengurangan miliaran dolar selama periode yang sama.

Data pasar menunjukkan kapitalisasi pasar USDt telah turun selama bulan terakhir. Namun, USDt tetap mendominasi sektor stablecoin. Tindakan penegakan hukum dan pergeseran pasokan kini berjalan seiring dengan pertumbuhan pasar yang cepat.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.