BlockBeats melaporkan, pada 13 Februari, menurut Financial Times, Tether membeli bersih sebesar US$28,2 miliar obligasi pemerintah AS pada tahun 2025, menjadikannya pembeli asing terbesar ketujuh, dengan kepemilikan obligasi AS oleh Tether dan Circle kini melebihi negara-negara seperti Korea dan Arab Saudi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memandang stablecoin sebagai alat untuk mempromosikan dolar AS dan menyerap utang Amerika, dengan perkiraan ukuran industri ini akan tumbuh dari saat ini sebesar US$300 miliar menjadi US$3 triliun.
Saat ini, perbankan dan industri kripto sedang bersaing mengenai aturan stablecoin. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, dan CEO Coinbase, Brian Armstrong, memiliki perbedaan pendapat mengenai ketentuan terkait. Pihak perbankan khawatir bahwa jika pihak ketiga diizinkan membayar bunga pada stablecoin, akan menyebabkan dana simpanan ritel mengalir ke stablecoin, sehingga meningkatkan risiko keuangan. Permainan ini telah menyebabkan perpecahan di kalangan pendukung Trump, terkait konflik kepentingan antara bank Wall Street dan donatur industri kripto.

