Berita Huoxing Caijing melaporkan bahwa pada 5 September, saham Tesla anjlok 5,92% pada penutupan Jumat, dengan kapitalisasi pasar hilang sekitar $88 miliar (sekitar Rp591 miliar). Sementara Tesla menjadikan Robotaxi sebagai mesin pertumbuhan tahap berikutnya, komersialisasi Cybercab menghadapi "dua tantangan" dari regulasi dan ekspektasi pasar. Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) telah memulai tinjauan terhadap sekitar 1.000 unit Cybercab, dengan fokus pada proses kepatuhan dan data teknis yang digunakan Tesla sebelumnya untuk menetapkan bahwa beberapa standar keselamatan kendaraan bermotor federal tidak berlaku. Karena Cybercab menghilangkan setir, pedal gas, pedal rem, dan cermin belakang tradisional, tinjauan ini berpotensi memengaruhi kecepatan peluncuran dan ekspansi wilayah operasionalnya. Sementara itu, acara peluncuran komersialisasi Cybercab di Austin juga dianggap "di bawah harapan" oleh Wall Street, karena tidak menyajikan informasi spesifik mengenai skala penyebaran, target produksi, atau jadwal, dan Elon Musk sendiri tidak hadir. Para analis dari Evercore ISI, Wells Fargo, Barclays, dan JPMorgan semuanya menunjukkan bahwa acara tersebut kurang informasi baru, yang berpotensi memberi tekanan pada harga saham Tesla dalam jangka pendek. Meskipun demikian, Wall Street belum sepenuhnya kehilangan harapan terhadap potensi jangka panjang Cybercab. JPMorgan memperkirakan armada Robotaxi Tesla dapat meningkat menjadi sekitar 9.000 unit pada akhir 2027, sementara Royal Bank of Canada memperkirakan jumlah Cybercab di pasar AS pada 2030 dapat mencapai sekitar 40.000 unit.
Cybercab Tesla Menghadapi Tantangan Regulasi dan Pasar
MarsBitBagikan
Tesla’s Cybercab menghadapi ketidakpastian regulasi karena U.S. National Highway Traffic Safety Administration sedang meninjau sekitar 1.000 unit untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan regulasi. Desain kendaraan yang tidak memiliki setir, pedal, dan cermin pandang belakang sedang mendapat perhatian ketat. Saham Tesla turun 5,92% pada 5 September 2026, dengan kerugian kapitalisasi pasar sebesar $88 miliar. Acara peluncuran di Austin mengecewakan Wall Street karena tidak menyajikan detail penyebaran dan ketidakhadiran Musk. Para analis dari Evercore ISI, Wells Fargo, Barclays, dan JPMorgan mengatakan acara tersebut tidak menawarkan informasi baru, yang dapat memberikan tekanan pada saham dalam jangka pendek.
Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.