Tesla mengirimkan 93.579 kendaraan dari operasinya di Tiongkok pada Juli, angka yang terlihat sangat mengesankan mengingat perusahaan hanya berhasil mengirimkan sekitar 67.886 unit pada Juli 2025. Itu merupakan kenaikan sekitar 38% year-over-year.
Angka-angka tersebut, yang dilacak oleh Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA), mencakup unit Model 3 dan Model Y buatan Tiongkok yang keluar dari Gigafactory Shanghai.
Pabrik Shanghai terus berkinerja di atas harapan
Pabrik Gigafactory Shanghai telah menjadi aset produksi paling penting Tesla sejak mulai memproduksi kendaraan pada akhir 2019. Pabrik ini menyumbang lebih dari separuh produksi kendaraan global perusahaan, melayani pasar domestik Tiongkok yang besar serta permintaan ekspor di seluruh Asia dan Eropa.
Ini adalah pabrik mobil pertama Tesla di Tiongkok yang sepenuhnya dimiliki asing. Data historis menunjukkan pengiriman Juli menurun sekitar 8,4% dalam beberapa tahun terakhir. Hasil bulan ini secara tegas mematahkan pola tersebut.
Sudut pandang bitcoin yang terus dilupakan oleh para investor
Pada pertengahan 2026, Tesla memegang 11.509 BTC di neracanya. Perusahaan melaporkan tidak ada penjualan bitcoin selama Q2 2026, mempertahankan posisinya sebagai pemegang jangka panjang. Namun, memegang tidaklah gratis. Tesla mencatat kerugian penurunan nilai yang belum direalisasi sebesar $112 juta terkait fluktuasi harga bitcoin selama kuartal yang sama.
Gajah di ruangan: bisakah Tesla meninggalkan Tiongkok?
Tesla dilaporkan sedang mempertimbangkan tinjauan strategis terhadap bisnisnya di Tiongkok, dengan pembahasan yang dapat mencakup pemisahan potensial atau bahkan penjualan operasinya di sana.
Setiap perubahan struktural terhadap kehadiran Tesla di Tiongkok akan bersifat dahsyat. Pabrik Gigafactory Shanghai bukan hanya penting, tetapi juga mendasar. Memisahkan atau menjualnya akan mengubah secara mendasar ekonomi produksi Tesla, rantai pasokannya, dan kemampuannya untuk bersaing di pasar EV terbesar di dunia.
Investor yang memantau Tesla harus memantau tiga hal dalam beberapa bulan mendatang: apakah angka pengiriman ini menunjukkan pemulihan berkelanjutan atau hanya fluktuasi satu bulan, bagaimana tinjauan strategis operasi di Tiongkok berkembang, dan apakah kerugian bitcoin sebesar $112 juta tersebut akan bertambah atau berbalik tergantung pada kondisi pasar kripto.

