Synopsys baru saja melaporkan kinerja kuartal yang kebanyakan perusahaan akan bingkai dan gantung di dinding. Pendapatan sebesar $2,477 miliar, naik 42% dari $1,740 miliar setahun lalu. Laba per saham Non-GAAP sebesar $3,91, jauh di atas ekspektasi. Prospek tahunan yang dinaikkan. Dan sahamnya justru turun.
Angka-angka di balik irama
Synopsys, perusahaan yang membuat perangkat lunak yang digunakan untuk merancang hampir semua chip canggih di dunia, melaporkan hasil kuartal fiskal Q3 2026 pada 26 Agustus yang menunjukkan kekuatan di kedua lini bisnis utamanya.
Segmen Otomasi Desain, yang memuat alat-alat elektronik desain otomasi (EDA) inti perusahaan, menghasilkan sekitar $2,003 miliar. Itu sekitar 81% dari total pendapatan dan mesin yang mendorong kisah pertumbuhan perusahaan.
Desain IP, segmen yang memberikan lisensi blok bangunan chip yang dapat digunakan kembali kepada pelanggan, menyumbang $473,8 juta, atau 19% sisanya.
Pada akhirnya, laba bersih GAAP sebesar $545,8 juta, setara dengan laba per saham yang dihitung secara terdilusi sebesar $2,84. Jika menghilangkan kompensasi berbasis saham dan penyesuaian non-GAAP lainnya, gambarannya menjadi lebih cerah: laba bersih non-GAAP sebesar $752,5 juta, atau $3,91 per saham yang dihitung secara terdilusi.
Itu adalah jenis angka yang biasanya mendorong saham naik. Sebaliknya, saham jatuh sekitar 4-6% dalam perdagangan setelah jam pasar.
Peningkatan panduan menandakan kepercayaan
Synopsys meningkatkan proyeksi pendapatan tahun fiskal 2026, dengan titik tengah ditetapkan pada $9,715 miliar. Perusahaan juga menaikkan panduan titik tengah EPS non-GAAP menjadi $15,07.
CEO Sassine Ghazi menunjuk AI sebagai katalis utama. Logikanya sederhana: model AI membutuhkan silikon khusus, silikon khusus membutuhkan desain chip yang kompleks, dan desain chip yang kompleks membutuhkan alat Synopsys.
Ghazi menekankan bahwa AI secara mendasar mengubah desain chip dengan memperbesar kompleksitas. Lebih banyak transistor, lebih banyak arsitektur khusus, lebih banyak langkah verifikasi.
Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan dua angka di sektor EDA yang lebih luas.
Gambaran lebih besar mengenai infrastruktur EDA dan AI
Akuisisi strategis perusahaan terhadap Ansys pada Juli 2025 adalah bagian lain dari teka-teki ini. Dengan menggabungkan alat EDA dengan simulasi berbasis fisika, Synopsys sedang membangun platform yang dapat menangani desain chip dari konsep hingga verifikasi manufaktur.

