Strategi Melampaui BlackRock dalam Pemegangan Bitcoin

icon币界网
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Laporan berita bitcoin menyatakan bahwa Strategy telah melampaui BlackRock dalam kepemilikan bitcoin, kini mengendalikan 815.061 BTC. Perusahaan tersebut menambahkan lebih dari 34.000 BTC dalam satu minggu. Strategy menggunakan saham STRC untuk mengumpulkan modal tanpa melemahkan ekuitas. ETF IBIT BlackRock baru-baru ini mengalami arus keluar. Model Strategy memungkinkan pembelian di pasar apa pun, sementara ETF bergantung pada permintaan investor. Analisis bitcoin menunjukkan kerugian yang belum direalisasi dan risiko premi saham tetap ada untuk Strategy.
CoinDesk melaporkan:

Setelah pembelian agresif, Strategi kembali mengambil kepemimpinan atas BlackRock, dengan saat ini memegang 815.061 BTC. Pelajari bagaimana model perusahaan mereka berbeda dari ETF.

Grafik yang dibagikan oleh Coin Bureau mengungkapkan tren perubahan kepemilikan institusional.

https://twitter.com/coinbureau/status/2046541727214010561/photo/1

Pada saat penulisan artikel ini, strategi ini memegang sekitar 815.061 bitcoin, sementara IBIT milik BlackRock sedikit lebih rendah, memegang sekitar 802.523 bitcoin.Menurut Arkham.

Pembalikan ini terjadi setelah serangkaian akuisisi agresif, termasuk:akuisisi lebih dari 34.000 bitcoin dalam waktu hanya satu minggu, transaksi ini menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah perusahaan. Kemajuan ini menandai masuknya konflik antara dua filosofi berbeda dalam investasi aset kripto ke tahap baru: satu pendekatan melalui penjualan saham dan pasar modal untuk akumulasi perusahaan, dan yang lainnya melalui ETF yang diatur untuk investor mainstream.

Mekanisme keuangan di balik ekspansi

Kunci kenaikan kinerja Strategy baru-baru ini bukan hanya terletak pada skala akuisisi, tetapi juga pada cara pendanaannya. Perusahaan ini menggunakan alat inovatif bernama STRC (preferred shares perpetual), yang kini menjadi sumber likuiditas utamanya. Sebagian besar transaksi terbaru dilakukan melalui alat ini, memungkinkan Strategy untuk menghimpun dana tanpa secara langsung melemahkan hak pemegang saham biasa.

Elemen lain dari strategi ini adalah memutuskan untuk lebih sering membayarkan dividen kepada para investor saham preferen ini. Tindakan ini bertujuan untuk menciptakan arus kas yang stabil, yang dapat digunakan untuk membeli bitcoin baru. Dengan cara ini, perusahaan sedang membangun mekanisme yang berkelanjutan, di mana perolehan dana bergantung pada kepercayaan terhadap apresiasi masa depan aset digital.

ETF dan neraca perusahaan: dinamika yang berbeda

Meskipun dana Strategi mengalami kenaikan cepat, ETF milik BlackRock menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Dalam beberapa minggu terakhir, IBIT mengalami arus keluar bersih—situasi yang jarang terjadi sejak peluncurannya. Ini terjadi dalam konteks meningkatnya ketidakpastian pasar dan penurunan sementara dalam preferensi risiko.

Perbedaan antara dua strategi semakin jelas. Produk ETF mengikuti permintaan pasar; ketika investor menarik dana, eksposur investasinya berkurang. Namun, keputusan investasi berbasis strategi diambil secara terpusat dan strategis. Perusahaan dapat meningkatkan porsi investasinya bahkan dalam kondisi pasar yang tidak menguntungkan selama masih dapat memperoleh pembiayaan.

Ketidakseimbangan ini menjelaskan bagaimana Strategy mampu mengecilkan kesenjangan setelah IBIT memimpin pada tahun 2024, dan kembali merebut posisi teratas setelah pembelian intensif dalam beberapa hari saja.

Risiko, tekanan, dan konteks yang lebih luas

Meskipun perusahaan Strategy berada di posisi terdepan, posisinya tidak tanpa risiko. Volatilitas tajam pada Bitcoin pada kuartal pertama 2026 menyebabkan kerugian yang belum direalisasi besar pada neraca perusahaan. Hal ini memicu pertanyaan tentang keberlanjutan model bisnisnya selama periode penurunan jangka panjang atau konsolidasi harga.

Faktor kunci lainnya adalah "premium" saham Strategi dibandingkan dengan nilai kepemilikan bitcoinya. Jika indikator ini turun drastis, kemampuan perusahaan untuk mengumpulkan dana baru melalui penerbitan saham dapat terbatas, yang berpotensi menyebabkan siklus pertumbuhan terhenti.

Dari perspektif makro, ketegangan geopolitik dan harga energi yang tinggi menciptakan lingkungan yang kompleks bagi pasar kripto. Rentang volatilitas Bitcoin relatif sempit, yang berarti operasi pembelian baru-baru ini oleh Strategy mendekati harga pasar saat ini, sehingga lebih rentan terhadap fluktuasi jangka pendek.

Meskipun demikian, perusahaan saat ini mengendalikan sekitar 4% dari pasokan maksimum Bitcoin—konsentrasi ini menonjolkan meningkatnya pengaruh investor institusional. Jika laju pertumbuhan saat ini berlanjut, Strategy berpotensi mendekati tonggak 1 juta Bitcoin menjelang akhir tahun.

Perbandingan antara neraca perusahaan dan struktur ETF sedang berkembang menjadi persaingan skala yang akan menguji model mana yang akan mendominasi dalam adopsi institusional Bitcoin tahap berikutnya.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.