Media asing melaporkan bahwa setelah Strategy menjual 32 bitcoin minggu lalu, diskusi tentang pengaturan dana dan tekanan dividen perusahaan segera meningkat. Ini adalah pertama kalinya perusahaan mengungkapkan penjualan bitcoin sejak 2022, sehingga posisi jangka panjangnya yang selalu ditekankan, "tidak akan menjual bitcoin," menjadi longgar.
Setelah berita tersebut beredar, bitcoin langsung anjlok dan jatuh di bawah $66.000 akibat berbagai faktor negatif yang saling memperkuat. Data CoinGlass menunjukkan bahwa pada 2 Juni, volume kliring posisi berisiko di pasar kripto mencapai $1,76 miliar, dengan volatilitas pasar yang jelas meningkat.
Kontroversi berfokus pada waktu penjualan
Perdebatannya bukan pada jumlah 32 bitcoin itu sendiri, tetapi pada waktu terjadinya transaksi ini. Menurut laporan, Strategy sebelumnya menggunakan sekitar $1,38 miliar kas untuk membayar obligasi konversibel senilai $1,5 miliar yang jatuh tempo pada 2029; sambil itu, perusahaan membeli 24.869 bitcoin melalui STRC, sehingga cadangan kas perusahaan menyusut.
Kritikus berpendapat bahwa pengaturan semacam ini terjadi sebelum pembayaran dividen bulanan STRC, yang dapat membuat pasar khawatir bahwa perusahaan akan perlu terus menjual bitcoin untuk menutupi dividen atau tekanan utang, sehingga melemahkan narasi aslinya.
STRC dan MSTR bergerak turun secara bersamaan
Laporan menyebutkan bahwa saham preferen berkelanjutan STRC dari Strategy telah jatuh dari nilai nominal 100 dolar menjadi sekitar 94,84 dolar. Saham biasa MSTR juga mengalami penurunan signifikan sejak pembukaan hari Senin, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap biaya pembiayaan dan struktur leverage-nya.
Beberapa analis menafsirkan penyimpangan STRC dari nilai nominal sebagai sinyal tekanan terhadap "roda gigi leverage bitcoin" perusahaan. Mereka berpendapat bahwa jika biaya pembiayaan saham preferen meningkat dan premi bersih aset menyempit, perusahaan mungkin akan lebih bergantung pada penerbitan saham tambahan, atau terus menjual sejumlah kecil bitcoin jika diperlukan.
Pandangan institusional masih berbeda
Namun, tidak semua analisis menunjukkan pelemahan struktural. Ada juga ahli yang berpendapat bahwa operasi Strategy ini pada dasarnya tetap merupakan manajemen neraca, hanya saja penanganannya kurang optimal di fase sensitif makro, sehingga memperbesar emosi pasar.
Pandangan semacam ini berpendapat bahwa penurunan STRC ke kisaran $95–$97 memang akan meningkatkan biaya pembiayaan prioritas dan mempersempit ruang perusahaan untuk terus memperbanyak posisi Bitcoin melalui pembiayaan, tetapi investor institusional lebih cenderung melihatnya sebagai gesekan leverage, bukan awal dari penurunan yang tak terkendali.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa jika Strategy ingin menambah cadangan dolar dan menghindari penjualan aset dalam skala lebih besar, langkah selanjutnya yang lebih mungkin diambil adalah penerbitan terarah MSTR, atau penyesuaian pembagian dividen STRC untuk meredakan tekanan kas.
Informasi tambahan: Sebelum penerbitan, bitcoin diperdagangkan sekitar $65.560, dengan penurunan 24 jam sebesar 3,1%. Artikel tersebut menyatakan bahwa fokus pasar jangka pendek masih akan berputar pada apakah Strategy akan terus menjual bitcoin, serta apakah perubahan ini akan lebih lanjut memengaruhi kepercayaan investor terhadap model kas bitcoin-nya.

