- Strategi menggunakan saham preferen untuk membeli lebih banyak bitcoin sambil mengurangi eksposur terhadap volatilitas pasar.
- Saham preferen Stretch menawarkan dividen 11,25% untuk menarik investor pendapatan stabil.
- Strategi kini memegang lebih dari 714.000 bitcoin senilai sekitar $48 miliar.
Strategi sedang memperluas program saham preferennya untuk membiayai lebih banyak pembelian bitcoin. Perusahaan ingin mengurangi tekanan dari fluktuasi pasar yang tajam. Harga sahamnya terus bergerak erat sejalan dengan tren bitcoin.
Oleh karena itu, manajemen menyesuaikan strategi modalnya. Pendekatan baru berfokus pada stabilitas dan pendanaan yang stabil.
Saham Preferen yang Dirancang untuk Mengurangi Volatilitas
Strategi sekarang menawarkan saham preferen abadi tambahan bernama Stretch. Produk ini membayar dividen variabel yang disesuaikan setiap bulan. Saat ini, tingkat dividen berada di 11,25%. Selain itu, perusahaan merancang struktur ini agar saham tetap mendekati nilai nominal $100. Desain ini membantu mengurangi fluktuasi harga yang mendadak.
Saham preferen berada di atas saham biasa tetapi di bawah kewajiban utang. Saham ini memberikan prioritas dividen kepada investor tetapi menghilangkan hak suara. Akibatnya, investor yang berfokus pada pendapatan mungkin lebih menyukai struktur ini. Sebaliknya, saham biasa sering bergerak tajam seiring harga bitcoin. Oleh karena itu, saham preferen menyediakan alternatif yang lebih tenang.
Perusahaan percaya bahwa struktur ini menarik investor yang menginginkan paparan aset digital tanpa volatilitas ekstrem. Dana pensiun dan perusahaan asuransi sering menghargai pengembalian yang dapat diprediksi. Selain itu, bank mungkin menganggap dividen yang stabil menarik. Akibatnya, Strategi mengharapkan partisipasi institusional yang lebih luas. Perubahan ini mendukung model pendanaan yang lebih seimbang.
Modal yang dihimpun mendukung pembelian bitcoin tambahan
Selama tiga minggu terakhir, Strategi mengumpulkan sekitar $370 juta melalui penjualan saham biasa. Selain itu, perusahaan ini juga memperoleh sekitar $7 juta dari penawaran saham preferen. Perusahaan menggunakan dana-dana ini untuk membeli lebih banyak bitcoin. Akibatnya, total kepemilikan kini melebihi 714.000 BTC. Kepemilikan tersebut memiliki nilai perkiraan sekitar $48 miliar. Perusahaan baru-baru ini menambahkan 1.142 bitcoin senilai sekitar $90 juta.
Selama bertahun-tahun, Strategy mengandalkan pasar modal untuk mengakumulasi Bitcoin. Oleh karena itu, sahamnya sering berperilaku seperti posisi Bitcoin berspekulasi. Ketika Bitcoin naik, saham perusahaan sering naik lebih cepat. Namun, ketika harga turun, saham turun lebih tajam. Baru-baru ini, Bitcoin turun hampir 50% dari puncaknya.
Penurunan tersebut memberikan tekanan pada harga saham Strategi. Akibatnya, penggalangan modal melalui saham biasa menjadi lebih sulit. Volatilitas pasar mengurangi minat investor terhadap eksposur berisiko tinggi. Oleh karena itu, manajemen mencari saluran pendanaan yang lebih stabil. Saham preferen kini memainkan peran yang lebih besar dalam rencana tersebut.
Banding Institusional dan Dampak Neraca
Saham preferen memperkuat struktur modal perusahaan. Berbeda dengan obligasi konversibel, ia mengurangi risiko pembiayaan ulang. Selain itu, ia membatasi pelemahan mendadak bagi pemegang saham yang ada. Pendekatan ini juga menghindari penambahan tekanan utang tradisional. Akibatnya, neraca memperoleh fleksibilitas tambahan.
Strategi mengumpulkan sekitar $5,5 miliar melalui beberapa penawaran saham preferen pada 2025. Penerbitan terbaru melanjutkan pola tersebut. Pada Desember, Strategi mempertahankan posisinya di Nasdaq 100 meskipun ada kekhawatiran atas model bisnisnya yang berfokus pada bitcoin. Sementara itu, perusahaan tetap berkomitmen untuk membeli lebih banyak bitcoin setiap kuartal. Manajemen tidak menunjukkan niat untuk menjual kepemilikannya. Sebaliknya, Strategi terus membangun posisi bitcoinya meskipun terjadi fluktuasi pasar.

