Menurut laporan Financial Times, laba industri transportasi minyak global mencapai $36 miliar pada kuartal pertama, mencatat rekor tertinggi akibat perang dan blokade Iran terhadap Selat Hormuz. Penutupan rute menyebabkan 160 kapal tanker terjebak di Teluk Persia, dengan sewa harian kapal tanker besar sempat melonjak hingga $386.700, sebelum turun menjadi $55.000 hingga $95.000, tetap di atas rata-rata tahunan sebesar $30.000 hingga $40.000. Alexander Saverys, CEO CMB Tech, memperingatkan bahwa laba besar ini mendorong lonjakan pesanan kapal baru, yang berpotensi menyebabkan penurunan pasar akibat kelebihan kapasitas. Saat ini, aset tanker global sebagian besar dikuasai oleh pemilik kapal Yunani, dengan total nilai mencapai $66,4 miliar.
Konflik Selat Hormuz Mendorong Keuntungan Kapal Tanker ke Rekor $36 Miliar
AiCoinBagikan






Ketegangan di Selat Hormuz dan kenaikan suku bunga mendorong keuntungan kapal tanker minyak mencapai rekor $36 miliar pada Q1, menurut AiCoin. Jalur pelayaran yang terganggu membuat 160 kapal tanker terjebak, dengan tarif kapal tanker besar mencapai puncak $386.700 per hari sebelum stabil di $55.000–$95.000. CEO CMB Tech, Alexander Saverys, memperingatkan bahwa lonjakan pesanan kapal baru dapat menyebabkan kehancuran pasar. Pemilik kapal Yunani mengendalikan aset tanker global senilai $66,4 miliar. Para trader juga memantau altcoin sebagai perhatian dalam kondisi pasar yang berubah.
Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.