Rancangan Undang-Undang Stablecoin Korea Selatan Macet Akibat Perselisihan Regulasi

iconCoinomedia
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Debat regulasi stablecoin Korea Selatan telah terhambat karena regulator dan anggota legislatif berselisih mengenai ketentuan penting dalam Rancangan Undang-Undang Aset Digital. Bank Korea memperingatkan bahwa stablecoin yang dipegang won dapat merusak pengendalian modal dan memengaruhi likuiditas serta pasar kripto. Kelompok industri menyanggah bahwa regulasi stablecoin yang lebih jelas diperlukan untuk mendukung inovasi dan akses pasar yang lebih luas. Perselisihan ini telah menunda langkah-langkah terkait, termasuk diskusi ETF kripto berbasis spot dan aturan perdagangan perusahaan.
Rancangan Undang-Undang Stablecoin Korea Selatan Menghadapi Hambatan
  • Bank Korea memperingatkan token yang dipegang won dapat menghindari kontrol modal
  • Pembuat undang-undang dan kelompok industri mendorong akses stablecoin yang lebih luas
  • Perbedaan pendapat menghambat perkembangan regulasi kripto Korea Selatan

Debat Stablecoin Menunda UU Kripto Korea Selatan

Korea Selatan yang sangat ditunggu-tunggu stablecoin rancangan undang-undang telah menghadapi hambatan serius karena regulator dan anggota legislatif gagal mencapai kesepakatan mengenai elemen inti dari rancangan undang-undang yang diajukan. Perselisihan ini berfokus pada siapa yang seharusnya diizinkan untuk menerbitkan stablecoindan apakah token won-pegged merupakan ancaman bagi stabilitas keuangan negara.

Gubernur Lee Chang-yong dari Bank Korea telah menyampaikan kekhawatiran yang kuat, memperingatkan bahwa stablecoin yang terkait dengan won Korea bisa digunakan untuk menghindari pengawasan modal — terutama jika pengguna menukar mereka dengan stablecoin global seperti USDT atau USDC. Aktivitas semacam ini, menurut bank sentral, dapat mengganggu pasar valuta asing dan menantang kebijakan moneter.

Bank tersebut berargumen bahwa penerbitan stablecoin sebaiknya terbatas pada bank yang diatur untuk mengurangi risiko sistemik dan memastikan pengawasan.

Industri Menentang Keras Langkah Pembatasan

Di sisi lain, anggota legislatif dan kelompok industri kripto sedang mendorong untuk sebuah sistem yang lebih terbuka yang memungkinkan perusahaan fintech non-bank untuk menerbitkan stablecoin di bawah pengawasan. Mereka berargumen bahwa pembatasan penerbitan hanya untuk bank tradisional akan menghambat inovasi dan mencegah Korea Selatan tetap kompetitif di sektor aset digital global yang cepat bergerak.

Perbedaan pendapat ini telah secara efektif menghambat kemajuan dari Digital Asset Basic Act, kerangka komprehensif crypto yang diharapkan menjadi pedoman regulasi crypto nasional. Deadlock ini juga berdampak pada inisiatif terkait, termasuk diskusi seputar ETF crypto spot dan pedoman perdagangan perusahaan.

TERKINI: Rancangan undang-undang stablecoin Korea Selatan terhambat karena Gubernur Bank Korea Lee Chang-yong berargumen bahwa token yang dipegang won dapat menghindari kontrol modal dan kelompok industri mendorong akses yang lebih luas. pic.twitter.com/y0gD8uXdiU

— CoinMarketCap (@CoinMarketCap) 27 Januari 2026

Apa Arti Ini Bagi Pasar Kripto

Penundaan legislatif ini mencerminkan tantangan yang lebih luas yang dihadapi banyak negara: menyeimbangkan inovasi keuangan dengan kestabilan ekonomi. Korea Selatan, seorang pemain utama di pasar kripto global, berisiko tertinggal jika regulasi gagal menyesuaikan teknologi yang muncul. Di saat yang sama, kekhawatiran tentang aliran modal dan volatilitas kurs mata uang adalah hal yang nyata, terutama di dunia keuangan yang sangat terhubung.

Hasil dari debat ini bisa membentuk cara negara-negara lain menghadapi regulasi stablecoin, khususnya mereka yang sudah memiliki kontrol modal dan kebijakan valuta asing yang kompleks.

Baca Juga:

Postingan Rancangan Undang-Undang Stablecoin Korea Selatan Menghadapi Hambatan muncul pertama kali pada CoinoMedia.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.