
- Afrika Selatan mengusulkan kerangka pertama untuk pelaporan transfer kripto lintas batas.
- Transfer ke platform luar negeri dan dompet non-custodial memerlukan pemrosesan dan pelaporan yang diotorisasi.
- Komentar publik terhadap draf aturan terbuka hingga 30 September.
Departemen Keuangan Nasional Afrika Selatan dan Bank Reservasi Afrika Selatan (SARB) telah merilis rancangan peraturan yang, untuk pertama kalinya, mendefinisikan kapan transfer mata uang kripto diperlakukan sebagai transaksi lintas batas.
Di bawah usulan tersebut, transfer kripto dari penyedia layanan lokal berlisensi ke bursa luar negeri atau dompet non-custodial akan tunduk pada persyaratan pemrosesan dan pelaporan yang diotorisasi. Langkah ini dirancang untuk memperkuat pengawasan terhadap arus aset digital sekaligus menyelaraskan transaksi kripto dengan kerangka valuta asing yang sudah ada di negara ini.
Aturan draf menandai langkah lain dalam upaya Afrika Selatan untuk menciptakan lingkungan regulasi yang lebih jelas untuk aset digital.
Persyaratan Pelaporan dan Aturan Valuta Asing
Jika diadopsi, kerangka kerja baru akan mengharuskan transfer crypto lintas batas yang memenuhi syarat untuk diproses melalui saluran yang diizinkan dan dilaporkan kepada regulator.
Usulan tersebut juga menjelaskan bahwa individu akan tetap tunduk pada kuota valuta asing yang sudah ada di Afrika Selatan, artinya draf ini tidak memperkenalkan batasan pribadi baru, tetapi memperluas kewajiban pelaporan ke transaksi kripto tertentu.
Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi tanpa secara mendasar mengubah kendali valuta asing negara tersebut.
Afrika Selatan Mengusulkan Aturan Pelaporan untuk Transfer Crypto Lintas Batas
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) 3 Agustus 2026
Departemen Keuangan Nasional dan Bank Sentral Afrika Selatan merilis aturan draf yang, untuk pertama kalinya, menetapkan kapan transfer kripto dianggap sebagai transaksi lintas batas. Transfer dari penyedia lokal ke… pic.twitter.com/KO5yB6hGBz
Konsultasi Publik Berlangsung Hingga 30 September
Regulator telah membuka proposal untuk konsultasi publik, dengan komentar diterima hingga 30 September.
Masukan dari peserta industri, lembaga keuangan, dan masyarakat akan membantu membentuk kerangka akhir sebelum implementasi. Konsultasi ini mencerminkan upaya lebih luas Afrika Selatan untuk menyeimbangkan inovasi dalam aset digital dengan pengawasan dan kepatuhan regulasi yang lebih kuat.
Jika disahkan, aturan-aturan tersebut dapat memberikan kejelasan yang lebih besar bagi penyedia layanan kripto sekaligus menetapkan persyaratan pelaporan standar untuk transfer aset digital lintas batas.


