SoftBank Group mengumumkan peluncuran bisnis baterai di Jepang, berfokus pada memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat dari pusat data AI. Perusahaan berencana melakukan penelitian dan pengembangan serta produksi sel baterai dan sistem penyimpanan energi baterai di area pabrik Nishikatsuragi Sakai, Prefektur Osaka, sekaligus membangun kawasan pusat data AI berskala besar. Bisnis ini dijadwalkan mulai berproduksi pada tahun fiskal 2028, dengan kapasitas diprediksi mencapai tingkat GWh, awalnya akan diprioritaskan untuk memasok pusat data AI milik sendiri, kemudian akan diperluas ke bidang penyimpanan energi industri dan rumah tangga. SoftBank bekerja sama dengan perusahaan rintisan Korea untuk mengembangkan sel seng-halogen baru yang menggunakan elektrolit berbasis air guna mengurangi risiko kebakaran, dengan target mencapai penjualan tahunan lebih dari 1 triliun yen pada tahun fiskal 2030.
Sumber artikel: AIBase
Baru-baru ini, SoftBank Group secara resmi mengumumkan peluncuran bisnis baterai di Jepang, bertujuan untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat dari pusat data kecerdasan buatan (AI). SoftBank berencana melakukan penelitian dan produksi sel baterai serta sistem penyimpanan energi baterai di area pabrik Sharp Sakai di Prefektur Osaka, serta membangun kawasan pusat data AI berskala besar.
Menurut rencana SoftBank, bisnis baterai ini akan mulai beroperasi secara resmi pada tahun fiskal 2028, dengan kapasitas produksi yang diperkirakan mencapai level GWh. Pada tahap awal, baterai-baterai ini akan diprioritaskan untuk digunakan oleh pusat data AI milik SoftBank sendiri, dan selanjutnya akan menyediakan solusi penyimpanan energi surya dan angin untuk sektor industri dan rumah tangga. Selain itu, SoftBank juga mempertimbangkan untuk memperluas bisnis ini ke pasar luar negeri.
SoftBank menyatakan bahwa targetnya adalah mencapai penjualan tahunan lebih dari 1 triliun yen (sekitar 43,382 miliar yuan CNY) untuk bisnis baterai pada tahun keuangan 2030. Seiring meningkatnya permintaan perusahaan teknologi akan pasokan listrik yang stabil, efisiensi teknologi baterai menjadi sangat penting, baik untuk menjamin stabilitas pasokan listrik maupun mengurangi tekanan lingkungan akibat ekspansi infrastruktur digital.
Untuk itu, SoftBank bekerja sama dengan perusahaan rintisan Korea, Cosmos Lab, untuk mengembangkan sel zinc-halogen baru. Sel ini menggunakan elektrolit berbasis air, menghindari bahan organik mudah terbakar yang umum digunakan pada baterai lithium-ion, sehingga mengurangi risiko kebakaran sekaligus memiliki efisiensi energi yang tinggi. Bahan baku seperti seng dan senyawa halogen dapat dibeli di dalam negeri Jepang, membantu mengoptimalkan rantai pasokan domestik.
Dalam sistem penyimpanan energi, SoftBank bekerja sama dengan perusahaan rintisan Korea lainnya, DeltaX, untuk mengembangkan kontainer penyimpanan energi berkapasitas besar yang mengintegrasikan teknologi manajemen energi buatan SoftBank. Teknologi baterai DeltaX mampu mencapai kapasitas penyimpanan lebih dari 5 megawatt-jam dalam kontainer standar 20 kaki, berada di tingkat terdepan industri.
Selain itu, SoftBank berencana memperkenalkan teknologi prediksi permintaan listrik untuk mengatur secara cerdas ritme pengisian dan pengosongan baterai, sehingga lebih sesuai dengan beban listrik dan kondisi pasokan energi terbarukan. Strategi ini dalam bisnis baterai merupakan langkah penting SoftBank untuk memperbesar investasi dalam infrastruktur kecerdasan buatan, mencakup berbagai bidang seperti pusat data, server, dan teknologi listrik, guna memenuhi permintaan daya komputasi yang terus meningkat.
