Moneter dan Otoritas Keuangan Singapura (MAS) mencabut izin lembaga pembayaran utama dari Bsquared Technology Pte Ltd, sehingga perusahaan tersebut kehilangan kelayakan untuk menyediakan layanan token pembayaran digital. Otoritas pengawas menyatakan bahwa inspeksi langsung menemukan kelemahan signifikan dalam tata kelola dan kendali internalnya.
Temuan cacat selama inspeksi langsung
MAS menyatakan bahwa masalah utama terjadi pada manajemen risiko, kebijakan konflik kepentingan, dan pengawasan terhadap penugasan pihak ketiga. Otoritas pengawas juga menunjukkan bahwa Bsquared berulang kali menyediakan informasi yang salah atau menyesatkan selama proses aplikasi izin dan tinjauan lanjutan.
Bsquared beroperasi dengan nama BSQ dan diizinkan untuk menjalankan bisnis tersebut sekitar 16 bulan yang lalu. Setelah lisensi ini dicabut, perusahaan tidak lagi dapat menyediakan layanan token pembayaran digital berdasarkan Undang-Undang Layanan Pembayaran 2019.
Lembaga audit harus mengeluarkan sertifikat kelulusan
MAS meminta Bsquared untuk mendapatkan sertifikat penyelesaian dari lembaga audit, untuk mengonfirmasi bahwa dana pelanggan telah dikembalikan kepada penerima yang sesuai. Perusahaan menyatakan kepada otoritas pengawas bahwa saat ini tidak ada aset pelanggan yang belum diselesaikan.
Meskipun demikian, otoritas pengawas menuntut verifikasi melalui proses audit dan menyatakan sedang mempertimbangkan pelanggaran terkait dengan serius. MAS juga menyatakan sedang meninjau tanggung jawab yang harus dipikul oleh manajer kunci BSQ.
Pengelolaan lisensi beralih ke tinjauan berkelanjutan
Di Singapura, kasus pencabutan izin secara langsung terhadap bisnis kripto jarang terjadi. Informasi publik menunjukkan bahwa MAS hingga kini telah menerbitkan 37 izin token pembayaran digital, dan kasus pencabutan masih sedikit.
Sebelumnya, MAS pernah menolak permohonan AmazingTech untuk mengoperasikan Tokenize Xchange, kemudian Biro Urusan Dagang Singapura juga melakukan penyelidikan terhadap perusahaan tersebut. Kasus terbaru menunjukkan bahwa fokus regulasi lokal tidak lagi hanya pada persetujuan lisensi, tetapi juga semakin memperhatikan tata kelola berkelanjutan, pengungkapan informasi, dan manajemen outsourching dari lembaga yang memiliki lisensi.
Bagi perusahaan kripto yang sedang bersiap mengajukan izin atau sudah memegang izin, insiden ini mengirim sinyal penegakan hukum yang lebih jelas: jika tata kelola buruk atau pengungkapan tidak akurat, konsekuensinya bukan hanya perbaikan atau denda, tetapi juga bisa kehilangan kualifikasi operasional secara langsung.
