Senator Katie Britt ingin Kongres berhenti memperlakukan kesepakatan jabat tangan seolah-olah itu adalah kontrak yang mengikat. Dalam wawancara pada 4 September, senator Republik dari Alabama itu menyerukan para anggota legislatif untuk mengubah Janji Perlindungan Pembayar Tarif Presiden Trump, sebuah komitmen sukarela dari raksasa teknologi untuk menanggung seluruh biaya listrik dan infrastruktur grid pusat data mereka, menjadi undang-undang federal.
Logikanya sederhana: pusat data menyerap listrik dengan laju luar biasa untuk mendukung ledakan AI, dan seseorang harus membayar untuk pembaruan jaringan. Argumen Britt adalah bahwa “seseorang” seharusnya adalah Amazon, Google, dan Microsoft, bukan keluarga di Birmingham yang membayar tagihan listrik bulanan mereka.
Dari janji menjadi undang-undang
Janji Perlindungan Pembayar Tarif Trump diluncurkan pada 4 Maret 2026, dengan tujuh perusahaan AI besar yang menandatangani. Pada 23 Juli, jumlahnya telah meningkat menjadi 187 organisasi dan 23 gubernur, yang secara kolektif mencakup sekitar 80% distribusi listrik AS.
Kendaraan legislatif sudah ada. Undang-Undang Perlindungan Pembayar Tarif, yang ditetapkan sebagai H.R. 9340, telah disetujui oleh Komite Energi dan Perdagangan Dewan pada Juli dengan suara bulat 52-0. Britt kini mendorong Senat untuk menyusul semangat tersebut dan mengirimkan RUU tersebut ke meja presiden.
Masalah air yang tidak dibahas siapa pun
Listrik bukan satu-satunya sumber daya yang dikonsumsi pusat data. Satu fasilitas besar dapat mengonsumsi hingga 5 juta galon air per hari untuk pendinginan, sekitar setara dengan kebutuhan air kota dengan populasi 10.000 hingga 50.000 penduduk.
Britt juga telah bekerja pada sudut ini. Ia menjadi co-penyponsor Undang-Undang Advancing Water Reuse, yang ditetapkan sebagai S. 3585, bersama Senator Demokrat Ben Ray Luján dari New Mexico. RUU tersebut akan menciptakan kredit pajak 30% untuk sistem daur ulang air di pusat data, mendorong operator untuk mendaur ulang air pendingin daripada mengambil pasokan baru.
Faktor Tiongkok
Britt menekankan urgensi sebagian melalui sudut pandang persaingan geopolitik. Pembangunan infrastruktur AI Tiongkok telah mempercepat, dan senator tersebut berargumen bahwa AS tidak mampu menanggung ketidakpastian regulasi yang memperlambat ekspansi pusat data mereka sendiri. Ajakan kepada rekan-rekan sesama anggota parlemen pada dasarnya adalah: kita bisa melindungi para pembayar tarif dan membangun dengan cepat, tetapi hanya jika aturannya jelas dan diatur secara hukum.
