Dewan Perwakilan Rakyat Menunda Rancangan Undang-Undang Pasar Kripto Setelah Coinbase Menarik Dukungan

iconCoinomedia
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Komite Perbankan Senat AS mungkin menunda markup rancangan undang-undang pasar kripto setelah Coinbase menarik dukungan. Senator Cynthia Lummis mengatakan langkah tersebut bisa memperlambat proses legislatif, menambah ketidakpastian terhadap regulasi pasar kripto. Dukungan Coinbase sebelumnya telah meningkatkan rancangan undang-undang tersebut, yang bertujuan membawa struktur ke pasar kripto. Pembaruan pasar kripto menunjukkan masa depan rancangan undang-undang kini tidak jelas.
Senat Menunda RUU Pasar Kripto Setelah Coinbase Keluar
  • Coinbase menarik dukungan untuk rancangan undang-undang kripto
  • Senator Lummis mengharapkan penundaan di Senat sebagai respons
  • Regulasi pasar kripto menghadapi ketidakpastian baru

Penarikan dari Coinbase Memicu Ketidakpastian

Upaya Senat AS untuk mengatur aset digital menghadapi hambatan. Senator Cynthia Lummis menunjukkan bahwa Komite Perbankan Senat mungkin menunda markup yang dijadwalkan untuk struktur pasar kripto rancangan undang-undang. Keterlambatan ini terjadi setelah bursa kripto utama Coinbase secara tidak terduga menarik dukungannya terhadap rancangan undang-undang tersebut, menurut laporan Bloomberg.

Keputusan Coinbase merupakan perubahan yang signifikan, karena perusahaan sebelumnya telah berjuang untuk kerangka regulasi yang lebih jelas. Dukungan mereka membantu memberikan legitimasi terhadap rancangan undang-undang tersebut, yang bertujuan untuk memberikan lebih banyak struktur dan stabilitas terhadap perdagangan kripto dan produk keuangan terkait di AS.

Senator Lummis Menunjukkan Tanda Penundaan

Senator Lummis, seorang pendukung kripto sejak lama, menyampaikan kekecewaannya atas penarikan tersebut dan mengatakan kemungkinan besar akan menunda proses legislatif. Ia menekankan bahwa tanpa dukungan dari Coinbase, memperoleh dukungan bipartisan menjadi lebih sulit. The struktur pasar kripto rancangan undang-undang diharapkan menjadi momen penting bagi kebijakan aset digital di AS, tetapi sekarang menghadapi hambatan tambahan.

Perkembangan ini menunjukkan gesekan yang terus berlangsung antara anggota legislatif dan perusahaan kripto dalam hal regulasi. Sementara sebagian pemain di bidang ini menuntut aturan yang jelas, yang lain tetap waspada terhadap pengawasan pemerintah yang ditingkatkan.

SEKARANG: Senator Cynthia Lummis mengharapkan Komite Perbankan Senat akan menunda pembahasan RUU struktur pasar kripto hari Kamis setelah Coinbase menarik dukungan, menurut Bloomberg. pic.twitter.com/OUrDXOmnjq

— Cointelegraph (@Cointelegraph) 15 Januari 2026

Apa Selanjutnya untuk Regulasi Kripto?

Markup yang tertunda berarti investor dan peserta industri harus menunggu lebih lama untuk potensi kejelasan tentang bagaimana pasar kripto akan diatur. Para anggota legislatif mungkin perlu merevisi bagian-bagian dari rancangan undang-undang tersebut atau menangani kekhawatiran yang diajukan oleh Coinbase dan pihak terkait lainnya.

Episode ini menyoroti isu yang lebih luas: tanpa dukungan yang terpadu dari pemain utama industri dan kesepakatan politik bipartisan, membentuk kerangka kebijakan crypto yang stabil tetap menjadi tantangan yang kompleks.

Baca Juga:

Postingan Senat Menunda RUU Pasar Kripto Setelah Coinbase Keluar muncul pertama kali pada CoinoMedia.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.