Pemungutan suara RUU Kripto Senat Masih Mungkin Dilakukan Sebelum Libur Agustus

iconCryptofrontnews
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Pemungutan suara di Senat mengenai Undang-Undang Kejelasan masih bisa terjadi sebelum para anggota legislatif pergi untuk masa reses Agustus, meskipun belum ada pengajuan cloture. Ketentuan CFT telah muncul sebagai titik perselisihan dalam pembicaraan bipartisan. Negosiasi telah meningkat dalam 24 jam terakhir, dengan staf bekerja untuk menyelaraskan regulasi aset berisiko tinggi dan menutup kesenjangan kebijakan. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune belum mengajukan cloture, yang diperlukan untuk pemungutan suara. Pembicaraan bertujuan mencapai 60 suara untuk cloture, dengan kemungkinan pemungutan suara di lantai secepatnya pada September. Kalender juga menyediakan waktu untuk prioritas GOP lainnya sebelum tindakan lebih lanjut.
  • Negosiasi Senat bipartisan berlanjut sementara para anggota legislatif berupaya memperoleh dukungan yang cukup untuk pemungutan suara cloture Undang-Undang Clarity sebelum masa jeda Agustus.
  • Tidak ada pengajuan penutupan yang dilakukan, sehingga RUU tersebut bergantung pada kesepakatan prosedural dan kemajuan dalam diskusi kebijakan bipartisan.
  • Pemimpin Senat masih dapat mengadakan pemungutan suara atas Undang-Undang Kejelasan jika negosiasi berhasil dan ruang sidang menyelesaikan jadwal legislatif yang tersisa.

Pemungutan suara di Senat mengenai Undang-Undang Kejelasan masih memungkinkan sebelum para anggota legislatif pergi untuk masa jeda Agustus, meskipun belum ada pengajuan cloture hingga Kamis. Menurut reporter senior Punchbowl News Brendan Pedersen, negosiasi bipartisan mendapat momentum selama 24 jam terakhir karena para staf bekerja untuk menyelesaikan perbedaan kebijakan dan mendapatkan dukungan Demokrat yang cukup untuk cloture.

Pembicaraan Bipartisan Mengubah Prospek Pemungutan Suara

Menurut Pedersen, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune belum mengajukan cloture terhadap Undang-Undang Clarity. Tanpa langkah prosedural itu, Senat tidak dapat mengadakan pemungutan suara atas undang-undang tersebut.

Namun, negosiasi bipartisan terus berlanjut saat para ajudan berusaha menangani isu-isu kebijakan yang diangkat oleh Demokrat moderat. Diskusi ini bertujuan untuk menghasilkan perubahan yang dapat menarik setidaknya 60 suara untuk cloture.

Pedersen melaporkan bahwa negosiasi yang sukses akan mempersiapkan jalan untuk tindakan di lantai Senat pada bulan September. Namun, para anggota legislatif terus bekerja menuju kemungkinan pemungutan suara cloture sebelum masa jeda Agustus.

Sementara itu, Pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer sebelumnya mengatakan ia menginginkan kesepakatan negosiasi mengenai undang-undang tersebut. Posisi tersebut tetap menjadi bagian dari diskusi yang sedang berlangsung.

Jadwal Senat Memperumit Waktu

Kalender legislatif juga memengaruhi jalannya RUU kripto. Menurut Pedersen, Thune sedang mencari kesepakatan waktu yang mencakup beberapa prioritas Republikan sebelum melanjutkan ke urusan tambahan.

Banner EliteFXLabs

Item-item tersebut mencakup nominasi, prosedur resolusi lanjutan, dan RUANG bipartisan. Tanpa kesepakatan, Senat dapat tetap bersidang hingga minggu depan.

Namun, jika para senator menyetujui perjanjian prosedural tersebut, ruang sidang dapat dengan cepat membersihkan jadwalnya. Hal itu akan menciptakan ruang untuk pemungutan suara cloture terhadap Clarity Act sebelum para pembuat undang-undang meninggalkan Washington.

Awal pekan ini, kepemimpinan Demokrat menyarankan menghindari pemungutan suara atas Undang-Undang Clarity yang dianggap terlalu dini sebelum Agustus. Namun, para Republikan terus mempersiapkan kemungkinan pemungutan suara.

Beberapa Hambatan Masih Tersisa Sebelum Pemungutan Suara

Pedersen menjelaskan tiga kondisi yang dapat memungkinkan pemungutan suara dalam beberapa hari. Pertama, para senator harus mencapai kesepakatan prosedural mengenai urusan lantai saat ini.

Kedua, bipartisan crypto negotiations harus menghasilkan kemajuan kebijakan yang bermakna dan dapat diterima oleh Demokrat moderat. Ketiga, para senator memerlukan kesepakatan waktu yang mencakup pemungutan suara cloture untuk Undang-Undang Clarity.

Jika perjanjian-perjanjian tersebut gagal, Thune dapat menjaga Senat tetap bersidang melebihi masa jeda yang direncanakan. Menurut Pedersen, pendekatan ini pada akhirnya dapat memungkinkan pemungutan suara, meskipun akan memperpanjang jadwal sidang.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.