Komite Perbankan Senat akan membahas RUU CLARITY pada 8 Mei

iconTheMarketPeriodical
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Komite Perbankan Senat AS akan membahas RUU CLARITY pada 8 Mei, setelah berbulan-bulan pembicaraan mengenai regulasi stablecoin. Survei HarrisX menunjukkan 52% pemilih mendukung RUU tersebut, dengan 58% Republikan dan 55% Demokrat mendukung. Gedung Putih menargetkan pengesahan pada 4 Juli. Perbedaan pendapat masih ada mengenai aturan imbal hasil stablecoin dan kepatuhan terhadap CFT (Countering the Financing of Terrorism).

Wawasan Utama

  • Komite Perbankan Senat sedang mempersiapkan penyusunan ulang Undang-Undang CLARITY pada 8 Mei.
  • Sebuah jajak pendapat HarrisX baru menunjukkan dukungan pemilih lintas partai terhadap undang-undang tersebut.
  • Gedung Putih menginginkan RUU tersebut disahkan pada 4 Juli meskipun terdapat perbedaan pendapat yang berlanjut di industri.

Anggota Komite Perbankan Senat Amerika Serikat sedang mempersiapkan penyusunan ulang Undang-Undang CLARITY pada 8 Mei seiring meningkatnya momentum terkait regulasi kripto di Washington.

Jurnalis kripto Eleanor Terrett melaporkan bahwa draf teks legislatif sudah beredar di kalangan peserta industri sebelum pemungutan suara komite yang diharapkan. Namun, para anggota legislatif masih dapat mengamendemen sebagian dari bahasa tersebut sebelum proses markup final berlangsung.

Komite Perbankan Senat Mendorong Undang-Undang CLARITY

Menurut Terrett, anggota komite sedang mempersiapkan untuk secara resmi menempatkan Undang-Undang CLARITY pada kalender legislatif setelah berbulan-bulan negosiasi terkait regulasi stablecoin dan pengawasan crypto.

Perkembangan terbaru mengikuti minggu-minggu ketidaksepakatan antara kelompok perbankan dan perusahaan kripto mengenai ketentuan imbal hasil stablecoin. Organisasi perdagangan perbankan besar terus menentang sebagian dari RUU tersebut bahkan setelah para pembuat undang-undang mengenalkan kompromi yang membatasi imbalan stablecoin hanya pada insentif berbasis aktivitas.

Meskipun ada ketegangan tersebut, sentimen terhadap undang-undang tersebut telah membaik di kalangan anggota legislatif dan pemangku kepentingan industri. Sumber yang dikutip oleh Terrett mengatakan bahwa kekhawatiran masih ada terkait beberapa ketentuan, tetapi negosiasi yang lebih luas kini tampak lebih konstruktif.

Dukungan Pemilih Bipartisan Memperkuat

Sebuah jajak pendapat baru oleh HarrisX menunjukkan meningkatnya dukungan pemilih lintas partai terhadap Undang-Undang CLARITY. Survei tersebut, yang melibatkan 2.008 pemilih terdaftar, menemukan bahwa 52% mendukung undang-undang tersebut. Dukungan mencakup 58% dari partai Republik, 55% dari partai Demokrat, dan 42% dari pemilih independen.

HarrisX
HarrisX

Hanya 11% responden yang menentang undang-undang tersebut. Sebagian besar peserta mendukung regulasi kripto yang lebih jelas dan perlindungan konsumen yang lebih kuat.

Poll juga menunjukkan implikasi politik yang terkait dengan RUU tersebut. Sekitar 37% responden mengatakan mereka lebih cenderung mendukung para pembuat undang-undang yang mendukung Undang-Undang CLARITY.

Argumen keamanan nasional juga mendapat perhatian selama debat. Menteri Keuangan Scott Bessent dan Mike Selig sebelumnya menghubungkan regulasi kripto dengan daya saing keuangan AS dan infrastruktur strategis.

Menurut survei, 56% pemilih percaya sistem keuangan digital harus dibangun di dalam Amerika Serikat untuk memperkuat keamanan nasional. Sekitar 70% juga mendukung kejelasan regulasi untuk pasar kripto, sementara 60% lebih memilih pengawasan federal daripada peraturan tingkat negara bagian yang terfragmentasi.

Gedung Putih Menargetkan Pengesahan Undang-Undang CLARITY pada 4 Juli saat Pasar Kripto Mengalami Koreksi

Dengan kemajuan pada Undang-Undang CLARITY, Gedung Putih mengharapkan Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengesahkan undang-undang tersebut pada 4 Juli. Patrick Witt, direktur eksekutif Dewan Penasihat Presiden untuk Aset Digital, membagikan ini di Consensus Miami, mencatat bahwa hal itu akan menjadi tonggak penting.

Namun, tidak semua orang percaya itu akan terjadi secepat itu. Sebagian besar pemangku kepentingan, termasuk kepala hukum Coinbase Paul Grewal dan CEO Ripple Brad Garlinghouse, percaya bahwa hal itu akan lolos sebelum pemilu paruh waktu.

Even Witt mengakui bahwa target Gedung Putih menciptakan jadwal yang ketat. Meskipun ada momentum positif menjelang pengesahan Undang-Undang tersebut, pasar kripto mengalami koreksi hari ini, dengan Bitcoin jatuh di bawah $80.000.

Postingan CLARITY Act Markup Diharapkan pada 8 Mei pertama kali muncul di The Market Periodical.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.