Komisi Sekuritas dan Bursa telah menggugat Institutional Shareholder Services, Inc. (ISS) di pengadilan federal, menuduh perusahaan penasihat proxy terbesar ini menolak menyerahkan dokumen yang diminta oleh panggilan pengadilan yang dikeluarkan lebih dari empat bulan lalu. Kasus ini diajukan pada 4 September 2026 di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Pennsylvania.
ISS adalah salah satu dari dua perusahaan penasihat proxy dominan, bersama Glass Lewis, yang membentuk cara pemegang saham institusional memberikan suara pada berbagai hal, mulai dari paket kompensasi eksekutif hingga pemilihan dewan.
Apa yang dikejar oleh SEC
Perselisihan ini berawal pada Maret 2026, ketika Divisi Pemeriksaan SEC meluncurkan tinjauan terhadap operasi ISS. Fokusnya: apakah rekomendasi proxy dan aktivitas pemungutan suara perusahaan sesuai dengan hukum sekuritas federal. ISS terdaftar sebagai penasihat investasi, yang menempatkannya secara tepat dalam yurisdiksi regulasi SEC.
Pada 21 Juli 2026, SEC meresmikan permintaannya dengan mengeluarkan subpoena administratif yang menuntut dokumen-dokumen yang relevan. Menurut pengajuan SEC, ISS telah "menolak secara tidak wajar" untuk memproduksi dokumen-dokumen tersebut meskipun telah dilakukan beberapa upaya untuk menyelesaikan masalah ini tanpa litigasi.
Pengajuan pengadilan SEC meminta perintah yudisial untuk mewajibkan ISS mematuhi. Badan tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa tinjauan dasar belum menentukan apakah pelanggaran apa pun benar-benar terjadi.
Mengapa perusahaan penasihat proxy berada dalam sorotan
ISS sebelumnya telah menjadi perhatian SEC. Perusahaan tersebut menyelesaikan perkara dengan komisi pada tahun 2013, membayar denda sebesar $300.000 terkait pembagian informasi rahasia yang tidak tepat, dengan kewajiban untuk mempertahankan konsultan kepatuhan.
Subpoena tersebut menargetkan data operasional kritis yang dijelaskan oleh SEC terkait model bisnis inti ISS, termasuk metodologi internal, komunikasi mengenai rekomendasi proxy tertentu, dan catatan kepatuhan.
