Humain dari Arab Saudi tidak berpikir kecil. Perusahaan AI yang dimiliki oleh Public Investment Fund, diluncurkan pada Mei 2025 di bawah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dilaporkan sedang berupaya mendirikan dana hingga $3 miliar yang ditujukan untuk memperluas jejak pusat data mereka, menambah upaya pendanaan yang sudah mencakup Goldman Sachs, National Infrastructure Fund, dan daftar mitra strategis yang terus bertambah.
Skalanya benar-benar sulit untuk dilebih-lebihkan
Tujuan yang dinyatakan Humain adalah mencapai kapasitas pusat data AI sebesar 6 GW pada tahun 2034, dengan target sementara sebesar 1,9 GW pada tahun 2030. Sebagai konteks, satu gigawatt dapat memasok daya sekitar 750.000 rumah rata-rata di AS. Humain berencana untuk mendedikasikan beberapa kali lipat dari jumlah tersebut untuk melatih model AI.
Perusahaan telah mengamankan akses lahan untuk hingga 14 GW daya di 211 petak, menunjukkan bahwa pekerjaan dasar infrastruktur sudah berjalan baik dan bukan hanya bersifat aspirasional.
Di sisi pembiayaan, perusahaan mengamankan kerangka kerja senilai $1,2 miliar dengan National Infrastructure Fund Arab Saudi pada Januari 2026, yang dialokasikan untuk kapasitas 250 MW. Goldman Sachs memberikan saran atas paket pembiayaan terpisah yang berpotensi melebihi $5,33 miliar, mencakup baik pusat data maupun pengadaan GPU.
Kemitraan, kontrak, dan kampus NEOM
Pada Agustus 2026, perusahaan memberikan kontrak kepada Al Moammar Information Systems untuk menambah kapasitas pusat data sebesar 200 MW, secara efektif memperluas jejak yang ada hingga empat kali lipat di bawah kemitraan tersebut.
Secara terpisah, kolaborasi dengan DataVolt sedang dibentuk di distrik Oxagon NEOM, tempat kampus berkapasitas 1,5 GW sedang dikembangkan. Humain berkontribusi 100 MW untuk proyek tersebut.
Di sisi investasi, Humain berkomitmen menyediakan $3 miliar untuk xAI milik Elon Musk dan menandatangani kesepakatan dengan AirTrunk yang didukung Blackstone untuk kampus pusat data senilai $3 miliar.
Humain juga sedang mengembangkan model bahasa besar sendiri, termasuk salah satu yang bernama Allam, yang dibangun berdasarkan kemampuan bahasa Arab. Logikanya sederhana: infrastruktur AI global cenderung sangat berpihak pada bahasa Inggris, dan ada sekitar 400 juta penutur bahasa Arab yang konteks linguistik dan budayanya masih kurang terlayani oleh model-model mutakhir yang ada.
