Menurut laporan BlockBeats, pada 2 Februari, lembaga riset pasar kripto Santimen mengeluarkan pernyataan di media sosial yang menyatakan bahwa sejak 28 Januari, harga Bitcoin telah turun 16%, dan media sosial telah dipenuhi oleh FUD (takut, ketidakpastian, dan keraguan). Setelah menyentuh level terendah di 74.600 dolar AS, BTC telah pulih ke 78.300 dolar AS akibat penjualan panik dari investor ritel. Hal ini kembali membuktikan bahwa pergerakan pasar sering kali berlawanan dengan narasi umum.
Ucapan negatif mengenai aset kripto terus bermunculan, dan data sosial menunjukkan bahwa saat ini, sentimen investor ritel sedang lebih pesimis daripada kapan pun sejak jatuhnya pasar pada 21 November tahun lalu. Dalam kebanyakan kasus, setelah mengalami goncangan emosional negatif yang signifikan, pasar biasanya mengalami rebound teknis. Sampai saat ini, rebound kali ini menunjukkan pola yang menjanjikan mirip dengan dua kejadian FUD sebelumnya.

