Peningkatan imbal hasil Treasury AS memberi tekanan pada bitcoin dan emas di tengah kekhawatiran inflasi

iconBitcoinsistemi
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Peningkatan imbal hasil Treasury AS memberikan tekanan pada BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi, dengan bitcoin diperdagangkan di bawah rata-rata bergerak 200-hari. Imbal hasil obligasi dua tahun mencapai 4,05%, level tertinggi dalam 12 bulan, seiring data inflasi melemahkan harapan pemotongan suku bunga. Probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember kini berada di 44%. Imbal hasil yang lebih tinggi dari obligasi pemerintah membuat aset alternatif menjadi kurang menarik. Indikator CFT terus memengaruhi arus investasi institusional. Para analis memperingatkan bahwa peningkatan lebih lanjut dalam imbal hasil dapat mengurangi minat institusional terhadap bitcoin.

Meningkatnya imbal hasil Treasury AS meningkatkan tekanan pada pasar mata uang kripto, terutama bitcoin. Analisis terbaru menunjukkan bahwa meningkatnya suku bunga obligasi Treasury AS meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk memegang bitcoin, yang dapat mengurangi minat terhadap aset digital.

Menurut analisis, imbal hasil bebas risiko yang meningkat dari obligasi pemerintah AS mengurangi daya tarik instrumen investasi alternatif seperti bitcoin dan emas. Obligasi pemerintah, yang menawarkan suku bunga lebih tinggi, menjadi lebih menarik bagi investor yang mencari tempat berlindung yang aman dibandingkan aset kripto yang sangat volatil.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka dua tahun naik menjadi 4,05%, mencapai level tertinggi dalam 12 bulan. Kenaikan ini didorong oleh perubahan ekspektasi pasar terkait kebijakan moneter. Meskipun investor awalnya mengharapkan Federal Reserve melakukan setidaknya dua pemotongan suku bunga menjelang akhir tahun, data ekonomi terbaru secara signifikan membalikkan ekspektasi tersebut.

Data inflasi konsumen dan indeks harga produsen untuk April melebihi ekspektasi, menunjukkan penguatan kembali tekanan inflasi. Setelah ini, ekspektasi pemotongan suku bunga melemah di pasar, sementara kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut muncul.

Menurut data FedWatch dari CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember naik dari 22,5% menjadi 44% dalam waktu hanya satu minggu. Perubahan ini menunjukkan pergeseran tajam dalam ekspektasi terhadap kebijakan moneter.

Mengingat perkembangan ini, harga bitcoin bergerak sideways di sekitar $81.000. Selain itu, BTC berdagang di bawah rata-rata bergerak 200-harinya, yang berada di sekitar $82.000. Para analis teknis mencatat bahwa kegagalan untuk menembus level ini memberikan tekanan pada prospek jangka pendek.

Para ahli mengatakan bahwa jika imbal hasil obligasi terus meningkat, daya tarik bitcoin bagi investor institusional mungkin berkurang, tetapi investor jangka panjang mungkin melihat fluktuasi makroekonomi sebagai peluang akumulasi.

*Ini bukan saran investasi.

Lanjutkan Membaca: Imbal Hasil Treasury AS yang Meningkat Berdampak Negatif terhadap Bitcoin dan Emas! Ini Detailnya

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.