Ripple telah mengajukan surat sebanyak 9 halaman kepada SEC, mengusulkan kerangka kerja untuk mengakhiri status XRP sebagai sekuritas dan menyelaraskannya dengan debat antara sekuritas versus komoditas. Perusahaan berargumen bahwa XRP seharusnya dianggap sebagai komoditas setelah penjualan utama. Ripple juga menyoroti masalah 'janji zombie', di mana klaim masa lalu memengaruhi pembeli sekunder. Surat ini datang saat SEC di bawah pimpinan Paul Atkins merevisi pendekatannya, dengan upaya kepatuhan yang tumpang tindih dengan aturan CFT (Pencegahan Pendanaan Terorisme).
Ripple meminta adanya kerangka kerja yang memisahkan status sekuritas dari aset perdagangan.
Ripple berargumen agar XRP diperlakukan sebagai komoditas setelah penggalangan dana.
Ripple ingin mengakhiri masalah "janji zombie" yang memengaruhi pembeli sekunder.
Ripple Mendorong SEC untuk Mengadopsi Kerangka Umur untuk Status XRP
Ripple telah membuat langkah signifikan dengan mengajukan sebuah surat 9 halaman ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), mendorong adanya kerangka kerja yang jelas mengenai status XRP setelah selesainya fase pendanaan awalnya.
Perusahaan berargumen bahwa penerapan hukum sekuritas hanya relevan selama penjualan primer, di mana terdapat hubungan hukum langsung antara penerbit dan pembeli. Setelah hubungan tersebut berakhir, Ripple menyarankan, token tidak lagi terikat oleh hukum sekuritas, sehingga dapat diperdagangkan secara bebas sebagai komoditas di bursa.
🚨 RIPPLE MENGHARAPKAN SEC UNTUK MENETAPKAN STATUS XRP SETELAH PERKARA HUKUM
Dalam surat kuat berisi 9 halaman, Ripple sedang mendorong kerangka kerja "masa berlaku kewajiban":
✅ Hukum sekuritas berlaku HANYA selama penjualan utama (ketika ada privity yang nyata & janji yang dapat ditegakkan) ✅ Setelah itu... pic.twitter.com/8EpOtNwYmf
Usulan ini muncul saat SEC, di bawah kepemimpinan Ketua Paul Atkins, memulai revisi terhadap tata kelola hukum untuk kriptocurrency. Pengajuan Ripple datang pada saat kritis ketika Kongres sedang menyelesaikan undang-undang struktur pasar dan SEC's Crypto Task Force siap menyelesaikan aturan untuk sektor kripto.
Surat Ripple meminta SEC untuk mengadopsi kebijakan yang selaras dengan "masa berlaku kewajiban," secara efektif memastikan bahwa XRP dan token serupa tidak diklasifikasikan secara permanen sebagai sekuritas hanya karena pernah dijual dalam transaksi pembiayaan modal.
Masalah "Janji Zombie" Ripple dan Argumen untuk Status Komoditas
Argumen inti Ripple berputar pada konsep "privity", yaitu hubungan hukum langsung yang ada antara penerbit dan pembeli selama penjualan primer. Perusahaan menekankan bahwa setelah hubungan awal tersebut berakhir, token seperti XRP tidak seharusnya tetap berada di bawah yurisdiksi hukum sekuritas.
Dalam suratnya kepada SEC, Ripple memperingatkan terhadap praktik memperlakukan setiap penjualan penerbit sebagai peningkatan modal permanen. Situasi ini mengarah pada apa yang disebut Ripple sebagai masalah "janji zombie", di mana pernyataan berusia puluhan tahun yang dibuat oleh penerbit dianggap mengikat secara hukum terhadap pembeli di pasar sekunder yang tidak terlibat dalam penjualan awal.
Ripple menyarankan bahwa di pasar yang matang, seperti bursa crypto yang mapan, perdagangan sebaiknya diatur oleh regulasi berbasis komoditas, daripada terus menerapkan hukum sekuritas jauh setelah penjualan awal.
Peringatan: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan. CoinCryptoNewz tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul. Pembaca sebaiknya melakukan riset mereka sendiri sebelum mengambil keputusan keuangan.
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.