- Ripple berencana untuk mengakuisisi BC Payments Australia untuk mendapatkan Lisensi Jasa Keuangan Australia.
- Lisensi tersebut akan memungkinkan Ripple menawarkan layanan pembayaran lintas batas yang diatur di Australia.
- Volume pembayaran Ripple di APAC hampir dua kali lipat pada 2025, menunjukkan pertumbuhan regional.
Ripple merencanakan untuk memperoleh Lisensi Jasa Keuangan Australia di Australia guna memperluas operasi pembayaran terregulasinya di seluruh wilayah Asia-Pasifik. Perusahaan infrastruktur blockchain ini mengumumkan rencana tersebut sambil menjelaskan akuisisi yang diusulkan terhadap BC Payments Australia Pty Ltd. Lisensi tersebut akan memungkinkan Ripple menyediakan layanan pembayaran lintas batas terregulasi kepada lembaga keuangan dan perusahaan yang beroperasi di Australia.
Ripple Mencari Lisensi Melalui Kesepakatan Akuisisi
Ripple berniat memperoleh lisensi melalui akuisisi yang direncanakan terhadap BC Payments Australia Pty Ltd. Transaksi ini tetap tunduk pada proses penyelesaian standar.
Setelah selesai, akuisisi tersebut akan memberikan Ripple Lisensi Jasa Keuangan Australia. Otorisasi ini akan memungkinkan perusahaan untuk menjalankan layanan keuangan yang diatur di Australia.
Menurut Ripple, lisensi ini akan memperkuat infrastruktur pembayarannya di seluruh wilayah Asia-Pasifik. Perusahaan ini sudah menyediakan solusi berbasis blockchain untuk keuangan tradisional dan digital.
Fiona Murray, Direktur Manajer untuk Asia Pasifik di Ripple, membahas strategi regulasi perusahaan. Murray mengatakan lisensi tetap menjadi inti dari operasi global Ripple.
Menurut Murray, persetujuan yang diatur membantu perusahaan menyediakan layanan keuangan yang patuh di berbagai pasar. Ia menambahkan bahwa Australia merupakan pasar regional utama.
Lisensi Memperluas Infrastruktur Pembayaran Ripple
Lisensi yang diusulkan akan memperluas platform pembayaran Ripple di Australia. Sistem ini mendukung transaksi lintas batas untuk lembaga keuangan, perusahaan fintech, dan perusahaan. Ripple Payments mengelola beberapa tahap transaksi internasional.
Ini mencakup onboarding, pemeriksaan kepatuhan, pendanaan, dan pemrosesan valuta asing. Platform ini juga menangani manajemen likuiditas dan pembayaran akhir. Perlu dicatat bahwa sistem ini mengintegrasikan infrastruktur perbankan tradisional bersama infrastruktur aset digital.
Dengan lisensi yang berlaku, Ripple akan mengawasi penyelesaian secara langsung. Ripple juga akan menghubungkan pelanggan dengan mitra pembayaran lokal di berbagai jaringan pembayaran.
Menurut perusahaan, struktur ini memungkinkan institusi untuk terintegrasi ke dalam satu sistem. Oleh karena itu, pelanggan menghindari pengelolaan beberapa perantara atau proses blockchain secara terpisah.
Pertumbuhan Regional dan Jejak Regulasi
Ripple melaporkan aktivitas regional yang kuat di pasar Asia-Pasifik. Perusahaan mengatakan volume pembayaran APACnya hampir doubled selama 2025.
Beberapa perusahaan keuangan Australia sudah menggunakan infrastruktur Ripple. Ini termasuk Hai Ha Money Transfer, Novatti Group, Stables, Caleb & Brown, Flash Payments, dan Independent Reserve.
Secara global, Ripple memegang lebih dari 75 lisensi regulasi di berbagai yurisdiksi. Cakupan regulasi ini menempatkan perusahaan di antara penyedia infrastruktur crypto paling banyak dilisensikan.
Sementara itu, Ripple juga berpartisipasi dalam inisiatif kebijakan di seluruh Australia. Secara khusus, perusahaan terlibat dalam Project Acacia, yang dipimpin oleh Reserve Bank of Australia dan Digital Finance Cooperative Research Centre.

