TL;DR
- CEO Ripple Prime Mike Higgins mengatakan platform tersebut menggunakan XRP sebagai jaminan untuk membantu membiayai perdagangan institusional.
- Institusi dapat memposting XRP, meminjamnya sebagai jaminan, dan berdagang tanpa melepas seluruh eksposur mereka, meningkatkan efisiensi modal.
- Klarifikasi tersebut menunjukkan bahwa Ripple Prime memberikan peran lebih besar kepada XRP bersama RLUSD, sekaligus menempatkan dirinya sebagai broker utama penuh layanan untuk aset digital, FX, dan pendapatan tetap bagi klien institusional secara global.
Ripple Prime memberikan peran institusional yang lebih besar kepada XRP daripada yang diasumsikan banyak pengamat pasar, dan perubahan ini penting karena mengubah token tersebut dari aset penyelesaian menjadi jaminan perdagangan aktif. Mike Higgins, CEO Ripple Prime, mengatakan bahwa platform ini menggunakan XRP dengan cara yang membantu pendanaan perdagangan institusional. Pengungkapan ini mengubah spekulasi sebelumnya bahwa Ripple Prime akan lebih mengandalkan RLUSD setelah akuisisi Ripple terhadap Hidden Road, yang kini telah diubah namanya menjadi Ripple Prime. Sebaliknya, platform tampaknya sedang membangun model di mana XRP berada di dalam struktur modal untuk eksekusi institusional.
BESAR! CEO Ripple Prime Mike Higgins Tentang Pembiayaan Jaminan:
"Kami Memiliki Beberapa Cara Inovatif untuk Menggunakan $XRP sebagai Jaminan dan Menggunakannya untuk Membiayai Perdagangan Ini"
Infrastruktur Ripple Sedang Dibangun Secara Real-Time Seiring Bergabungnya TradFi dan Pasar Digital
https://t.co/FaprpNNKNhpic.twitter.com/sRgGGq7fjD
—
ChartNerd
(@ChartNerdTA) 17 Maret 2026
XRP berpindah dari utilitas pasca-perdagangan ke lapisan pembiayaan
Yang membuat model ini patut diperhatikan adalah cara Ripple Prime menggunakan XRP untuk meningkatkan efisiensi modal, bukan memperlakukannya sebagai penyimpan nilai pasif. Higgins mengatakan institusi dapat menyerahkan XRP sebagai jaminan dan meminjam dana berdasarkan kepemilikan tersebut untuk melakukan perdagangan. Struktur ini mencerminkan praktik umum di keuangan tradisional, di mana aset dijaminkan untuk membuka likuiditas tanpa harus menjualnya. Diterapkan pada aset, model ini memungkinkan institusi untuk mempertahankan eksposur terhadap XRP sekaligus mengakses pendanaan, sehingga memberikan peran token dalam aktivitas pasar.

Pengungkapan ini juga penting karena menjawab narasi pasar yang mulai menggambarkan XRP sebagai sekunder terhadap RLUSD dalam strategi institusional Ripple. Pesan sebelumnya seputar Ripple Prime menekankan RLUSD sebagai aset jaminan utama, sementara XRP tampak lebih terbatas pada penyelesaian pasca-perdagangan dan biaya transaksi di XRP Ledger. Komentar Higgins mengubah interpretasi tersebut. Alih-alih menggantikan XRP, platform tampaknya memperluas berbagai cara penggunaannya. Perbedaan ini penting bagi institusi yang mengevaluasi apakah XRP hanyalah infrastruktur operasional atau alat neraca dengan nilai pembiayaan nyata.
Implikasinya adalah bahwa Ripple Prime berusaha menempatkan dirinya tidak lagi seperti layanan niche kripto, tetapi lebih seperti broker utama penuh layanan yang dirancang untuk pasar yang menyatu. Higgins mengatakan platform ini menawarkan clearing, kredit, dan akses pasar, sementara dukungan dari Ripple menyediakan dukungan neraca dan infrastruktur untuk ekspansi. Ia juga menunjukkan inisiatif pertumbuhan, termasuk ekspansi Ripple di Brasil. Secara keseluruhan, pesannya adalah bahwa Ripple Prime ingin institusi yang melakukan perdagangan di aset digital, pasar valuta asing, dan pendapatan tetap memandang XRP tidak hanya sebagai token di jalur, tetapi sebagai jaminan di meja.


BESAR! CEO Ripple Prime Mike Higgins Tentang Pembiayaan Jaminan: 
ChartNerd
(@ChartNerdTA)