CTO Emeritus Ripple David Schwartz Menjelaskan Ketidakpastian Jadwal Escrow XRP

icon36Crypto
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
CTO Emeritus Ripple, David Schwartz, memberikan komentar tentang pengosongan escrow XRP dalam pembaruan berita on-chain terbaru, mencatat bahwa memprediksi tanggal akhir tetap sulit karena perubahan penggunaan dan praktik re-escrow. Berbeda dengan sorotan berita Bitcoin, model Ripple menyesuaikan pelepasan XRP berdasarkan kebutuhan operasional, sehingga membuat perkiraan jangka panjang menjadi tidak pasti. Perusahaan terus mengelola cadangannya secara dinamis, tanpa jadwal tetap seperti siklus halving Bitcoin.
  • David Schwartz mengatakan jadwal pengosongan escrow XRP tetap sangat tidak pasti.
  • Model escrow Ripple berbeda signifikan dari jadwal penambangan Bitcoin.
  • Penggunaan XRP masa depan dan keputusan re-escrow memengaruhi proyeksi pasokan.

CTO Emeritus Ripple David Schwartz telah menanggapi meningkatnya spekulasi tentang kapan cadangan escrow XRP Ripple akhirnya bisa habis, menjelaskan bahwa memprediksi jadwal tepat tetap sulit karena beberapa faktor yang berubah-ubah. Diskusi ini dimulai setelah seorang anggota komunitas XRP membandingkan sistem escrow Ripple dengan jadwal penambangan tetap Bitcoin. Pengguna tersebut menyatakan bahwa cadangan escrow Ripple bisa habis sekitar tahun 2035, menciptakan situasi serupa dengan penambangan koin Bitcoin terakhir.


Namun, menurut Schwartz, proyeksi semacam itu bergantung pada asumsi yang mungkin tidak berlaku seiring waktu. Ia menjelaskan bahwa penggunaan XRP oleh Ripple dapat berubah secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang, sehingga membuat perkiraan jangka panjang sulit dihitung secara tepat. Schwartz mencatat bahwa Ripple secara rutin melepaskan XRP dari escrow sambil juga mengembalikan sebagian token tersebut ke dalam kontrak escrow baru. Akibatnya, jumlah yang keluar dari sistem secara permanen tergantung pada kebutuhan operasional Ripple dan aktivitas pasar.


“Sulit untuk diprediksi karena Anda harus membuat asumsi tentang seberapa banyak XRP yang digunakan Ripple dan seberapa banyak yang dimasukkan kembali ke bulan-bulan escrow berikutnya,” kata Schwartz. Komentarnya menyoroti salah satu perbedaan utama antara struktur pasokan XRP dan model penerbitan Bitcoin. Sementara kedua aset memiliki mekanisme yang memengaruhi pasokan beredar, sistem dasar keduanya beroperasi dengan cara yang sangat berbeda.


Juga Baca: XRP Ledger Melampaui Tanda 200.000 Pengguna Aktif untuk Pertama Kalinya Sejak Maret


Ripple Escrow dan Bitcoin Mengikuti Jalur Pasokan yang Berbeda

Menurut Schwartz, pengurangan pasokan bitcoin terjadi secara bertahap melalui acara halving yang dijadwalkan yang mengurangi imbalan penambangan dari waktu ke waktu. Akibatnya, dampak ekonomi dari penurunan penerbitan bitcoin mungkin menjadi nyata jauh sebelum bitcoin terakhir masuk peredaran. Ia menjelaskan bahwa imbalan penambangan bisa menjadi tidak signifikan secara ekonomi jauh sebelum bitcoin mencapai batas pasokan maksimumnya. Oleh karena itu, pasar mungkin merasakan efek dari pengurangan penerbitan bertahun-tahun sebelum acara penambangan terakhir.


Selain itu, Schwartz menekankan bahwa membandingkan jadwal penambangan Bitcoin secara langsung dengan mekanisme escrow Ripple menyederhanakan dua sistem yang sangat berbeda. Bitcoin memperkenalkan koin baru melalui hadiah penambangan. XRP, di sisi lain, sudah ada dan dirilis dari escrow berdasarkan strategi distribusi Ripple. Akibatnya, faktor-faktor yang memengaruhi dinamika pasokan sangat berbeda. Selain itu, Ripple secara historis mengembalikan sebagian besar XRP yang dilepaskan kembali ke escrow setiap bulan. Praktik ini memperpanjang masa berlaku program escrow dan membuat perkiraan penipisan di masa depan menjadi kurang dapat diprediksi.


Percakapan ini muncul seiring anggota komunitas XRP terus memantau strategi manajemen pasokan jangka panjang Ripple. Banyak investor memandang sistem escrow sebagai mekanisme penting yang mempromosikan transparansi terkait distribusi XRP. Komentar Schwartz menunjukkan bahwa meskipun cadangan escrow XRP pada akhirnya akan menurun, menentukan tanggal akhir yang pasti tetap sangat tidak pasti karena kebutuhan bisnis masa depan dan praktik escrow dapat berkembang secara signifikan.


Kesimpulan

Jadwal escrow Ripple tetap menjadi pertanyaan terbuka, seperti yang dikatakan David Schwartz, pola penggunaan XRP masa depan dan keputusan escrow pada akhirnya akan menentukan kapan cadangan tersebut habis, sehingga setiap tanggal spesifik pada tahap ini sebagian besar bersifat spekulatif.


Juga Dibaca: Perkiraan Harga Flare (FLR) 2026–2030: Bisakah FLR Mencapai $0,02 Segera?


Pos David Schwartz Menjelaskan Mengapa Tanggal Berakhir Escrow XRP Masih Tidak Pasti muncul pertama kali di 36Crypto.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.