Revolut sedang mempertimbangkan penjualan saham sekunder yang akan menilai perusahaan senilai $115 miliar, angka yang akan menempatkan bank digital berbasis Inggris ini di kisaran valuasi yang sama dengan beberapa lembaga keuangan tradisional terbesar di dunia.
Transaksi tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, akan mewakili lonjakan 53% dari valuasi Revolut sebesar $75 miliar yang diraih selama putaran penggalangan dana pada November 2025. Proses formal untuk penjualan bisa dimulai segera bulan ini, meskipun pembicaraan dengan calon investor masih berada pada tahap awal.
Dari $75 miliar menjadi $115 miliar dalam tujuh bulan
Perusahaan memperoleh lisensi perbankan penuh Inggris pada 11 Maret 2026, sebuah tonggak regulasi yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun. Perusahaan juga sedang mengajukan aplikasi charter perbankan AS, yang akan membuka pintu menuju salah satu pasar perbankan konsumen terbesar di dunia.
Basis pelanggannya telah meningkat menjadi lebih dari 65 juta pengguna pada awal 2026, disertai dengan peningkatan pendapatan dan laba yang digambarkan oleh perusahaan sebagai signifikan. Penjualan saham sekunder ini dirancang untuk memberikan likuiditas kepada karyawan dan investor awal tanpa memerlukan Revolut menjalani penawaran umum perdana penuh.
Putaran November 2025 yang menetapkan valuasi $75 miliar menarik daftar investor berat. Coatue Management, Greenoaks Capital, Dragoneer Investment Group, Fidelity, NVentures (lengan investasi NVIDIA), dan Andreessen Horowitz semuanya berpartisipasi.
Koneksi kripto
Perusahaan mendukung perdagangan lebih dari 250 aset digital melalui aplikasi utamanya dan bursa Revolut X khusus. Layanan kripto telah memainkan peran signifikan dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, meskipun penjualan saham tertentu ini tidak secara langsung terkait dengan aset digital atau token tertentu.
Apa artinya ini bagi para investor
Saham CEO dan co-founder Nik Storonsky bisa melebihi $36 miliar berdasarkan distribusi saham internal, menurut laporan tersebut. Itu akan menjadikannya salah satu pendiri fintech terkaya di dunia.
Investor yang memantau ruang ini harus memperhatikan dengan cermat apakah penjualan benar-benar ditutup pada angka $115 miliar atau apakah penemuan harga selama proses tersebut mengarah pada penyesuaian. Kesenjangan antara valuasi yang "diinginkan" dan transaksi yang selesai bisa sangat signifikan, dan diskusi tahap awal sering menghasilkan angka yang berbeda ketika cek telah ditulis.
