Ray Dalio Memperingatkan Saham AI Bisa Anjlok 80%—Apa Artinya Bagi Crypto

iconBlockchainreporter
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Ray Dalio memperingatkan dalam wawancara Juli 2026 bahwa saham AI bisa jatuh 80% meskipun berhasil secara transformasional. Indikator gelembungnya berada di 75% dari ekstrem 1929 dan 2000, menandakan pasar berisiko tinggi. Valuasi tinggi dan persaingan baru sedang merugikan imbal hasil. Peserta pasar kripto juga merasakan tekanan serupa dari hiruk-pikuk yang didorong oleh AI. Analisis kripto menunjukkan sektor ini tidak kebal terhadap koreksi valuasi.
aii

Peringatan terbaru Ray Dalio tegas: perusahaan-perusahaan yang membangun revolusi AI bisa melihat saham mereka jatuh hingga 80% bahkan jika mereka berhasil mengubah dunia. Penilaian yang mengejutkan ini muncul selama wawancara pada Juli 2026 dengan My First Million, seperti dijelaskan dalam laporan asli. Pesan Dalio sampai pada saat pasar kripto sedang panas karena narasi AI, dan metriknya untuk menilai—indikator gelembung yang berada di 75% dari ekstrem yang terlihat pada 1929 dan 2000—memerlukan perhatian dari para pedagang aset berisiko.

Investor miliarder tersebut menjelaskan bahwa selama periode gelembung, bahkan perusahaan paling sukses sekalipun bisa kehilangan sekitar 80% dari nilai pasarnya. Ia menggambarkan bagaimana antusiasme terhadap teknologi baru utama mendorong investasi, tetapi prospek menjanjikan saja tidak menjamin pengembalian saham yang baik. Valuasi awal yang tinggi dan gelombang pesaing baru biasanya mengikis potensi kenaikan. Dinamika itu, kata Dalio, sudah tertanam dalam saham terkait AI, membuatnya rentan terhadap penilaian ulang tajam.

Pemicu yang Bisa Menusuk Gelembung

Penelitian historis Dalio menunjukkan bahwa gelembung menyusut ketika investor dipaksa untuk mengonversi keuntungan kertas menjadi uang tunai. Katalis biasanya adalah kebijakan moneter yang ketat atau pajak kekayaan baru. Pada tahun 1929 dan 2000, kenaikan suku bunga dan langkah regulasi memainkan peran sentral. Saat ini, bank sentral masih menavigasi risiko inflasi, dan setiap perubahan tak terduga menuju kehati-hatian dapat dengan cepat mengubah lanskap likuiditas yang telah mendukung valuasi AI.

Gauge gelembungnya, yang dibangun berdasarkan enam indikator termasuk valuasi, sentimen, dan leverage, sedang berkedip pada 75% dari ekstrem yang mendahului Great Depression dan dot-com bust. Tingkat tersebut menyiratkan bahwa pasar belum berada di puncak euforia, tetapi berada di zona bahaya di mana koreksi tajam menjadi mungkin. Bagi para trader crypto yang terbiasa dengan siklus boom-bust, paralelnya sulit diabaikan.

Pasar Kripto Menghadapi Tekanan Penilaian yang Serupa

Pasar aset digital telah mengikuti gelombang hiperbola bertema AI. Awal Mei, kenaikan 18% Sui menjadi $1,24 didorong oleh permintaan staking institusional dan integrasi fintech besar, seperti yang dibahas dalam SUI Price Today: Sui Surges 18% to $1.24 as Institutional Staking and Paga Partnership Drive Demand. Perubahan harga yang cepat semacam ini menunjukkan betapa mudahnya optimisme yang didorong likuiditas terlepas dari fondasi dasarnya, tepat jenis pola yang diwaspadai Dalio.

Arus institusional ke aset dunia nyata yang ditokenisasi menambah lapisan lain. Weekly Tokenization Roundup mendokumentasikan RWAs yang melampaui $20 miliar secara on-chain, dengan Bullish mengakuisisi Equiniti senilai $4,2 miliar. Meskipun tonggak ini menandakan kematangan, mereka juga mengkonsentrasikan modal yang bisa menghilang jika kondisi makro memperketat. Kerangka Dalio menunjukkan bahwa pemicu konversi tunai—ketika investor membutuhkan likuiditas—dapat memengaruhi sektor paling sah sekalipun.

Mania spekulatif tidak terbatas pada saham AI. Data Top Crypto Gainers mingguan menunjukkan token seperti TON melonjak 83% dan SIREN naik 70%, sehingga harga tergantung di udara tipis. Gerakan vertikal semacam ini sering menyerupai perilaku gelembung tahap akhir yang dideskripsikan Dalio, di mana pembeli terakhir masuk tepat sebelum penurunan tajam.

Rekam jejak Dalio dalam mengidentifikasi gelembung—ia telah memperingatkan puncak dot-com dan krisis perumahan 2008—membuat indikator terbarunya sulit diabaikan. Namun, waktu pasti terjadinya penyesuaian tetap tidak dapat diprediksi. Pasar kripto sebelumnya telah bertahan terhadap guncangan makro, dan keterlibatan institusional dalam proyek-tokenisasi terbaru mungkin menciptakan penyangga yang berbeda kali ini. Namun, risikonya adalah volume modal yang besar mengalir ke saham AI dan proyek kripto terkait AI berdasarkan dua asumsi: uang mudah dan pertumbuhan abadi. Jika bank sentral dipaksa untuk memperketat kebijakan lagi, penyesuaian bisa terjadi cepat dan tanpa pilih kasih, menghapus keuntungan di berbagai kelas aset.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.