ChainThink, 4 Agustus, menurut majalah Fortune, pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, dalam acara "CEO Diary", menyatakan bahwa gelembung pasar yang didorong oleh tren AI saat ini menunjukkan "ciri klasik" yang mirip dengan sebelum Krisis Besar tahun 1929 dan gelembung internet tahun 2000.
Dalio menyatakan setuju dengan penilaian Jeremy Grantham, salah satu pendiri GMO, bahwa "ini adalah gelembung investasi terbesar dalam sejarah Amerika".
Ia percaya bahwa inti risikonya terletak pada "kebingungan antara kekayaan dan uang": kekayaan atas kertas yang dimiliki investor tidak dapat langsung dikonsumsi; jika pasar berbalik dan terjadi penjualan terkonsentrasi, harga aset bisa jatuh dari 100 dolar menjadi 25 dolar, tetapi besaran utang tidak akan turun seiring dengan itu.
Dalio juga menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga dan lonjakan penerbitan saham dapat menjadi faktor pemicu yang meledakkan gelembung. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa lembaga-lembaga seperti Goldman Sachs, Apollo, dan BCA Research mulai mengakui adanya risiko "gelembung laba" di sektor teknologi.
Dalam kerangka "siklus besar" Dalio, meledaknya gelembung bisa jadi bukan hanya peristiwa keuangan, tetapi juga memperburuk risiko perpecahan politik dan konflik geopolitik.
