- Perusahaan membeli BTC saat harga turun dari level tertinggi dan membeli kembali 782.408 saham di bawah nilai aset bersih.
- ProCap merencanakan pembelian kembali saham secara berkelanjutan sambil diskon NAV tetap ada, dalam batas regulasi.
- Strategi ini mencerminkan akumulasi kas perusahaan yang lebih luas di tengah pelemahan pasar kripto yang berkepanjangan.
Anthony Pompliano’s ProCap Financial melaporkan bahwa perusahaan tersebut membeli 450 bitcoin saat harga menarik diri dari level tertinggi rekor. Perusahaan mengumumkan langkah ini di Amerika Serikat minggu ini, saat sahamnya diperdagangkan di bawah nilai aset bersih. Pembelian tersebut meningkatkan total kepemilikan menjadi 5.457 bitcoin dan selaras dengan strategi kas dan modal yang dinyatakan.
Aktivitas Pembelian Bitcoin dan Pembelian Kembali Saham
Menurut perusahaan, pembelian bitcoin terbaru menurunkan biaya rata-rata per koin. Secara signifikan, ProCap mengatakan bertindak saat harga pasar mundur dari puncak-puncak terbaru. Pada saat yang sama, perusahaan terus melakukan pembelian kembali saham biasa untuk mengatasi kesenjangan valuasi.
Dalam rilis pers, ProCap melaporkan pembelian kembali 782.408 saham selama 10 hari terakhir. Perusahaan menyatakan bahwa pembelian kembali tersebut terjadi dengan diskon signifikan terhadap nilai aset bersih. Akibatnya, manajemen mengatakan diskon NAV menyempit selama periode tersebut.
ProCap menambahkan bahwa perusahaan berencana terus membeli kembali saham selama diskon tetap signifikan. Menurut perusahaan, terdapat 82.640.367 saham dasar yang beredar. Saham diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker BRR.
Konteks Industri dan Perbandingan Kas
Pengungkapan tersebut mengikuti aktivitas terbaru dari Michael Saylor’s Strategy, yang memperoleh 3.015 bitcoin senilai $204,1 juta. ProCap menggambarkan dirinya sebagai perusahaan keuangan agen pertama yang terdaftar di bursa. Didirikan pada 2025, perusahaan ini menyatakan telah mengumpulkan lebih dari $750 juta dari para investor.
Pompliano membahas pendekatan tersebut di X, dengan menyebut disiplin neraca. Namun, ekonom Peter Schiff mempertanyakan keputusan untuk membeli bitcoin sementara saham diperdagangkan di bawah NAV. Ia berargumen bahwa saham dengan diskon menawarkan eksposur yang lebih murah.
Pompliano menjawab bahwa regulasi membatasi pembelian kembali harian. Ia mengatakan perusahaan bertujuan untuk membeli jumlah maksimum yang diizinkan setiap hari. Dalam 10 hari, pembelian kembali mencapai kurang dari satu juta saham.
Kondisi Pasar dan Komentar Analis
Sementara itu, analis Milk Road melaporkan Bitcoin mencatat lima bulan berturut-turut berwarna merah. Analis tersebut mencatat periode serupa terjadi pada tahun 2018 dan 2019. Menurut analis, periode tersebut diikuti oleh pemulihan tajam dalam bulan-bulan berikutnya.

