Menurut laporan BlockBeats, pada tanggal 7 Januari, meskipun pendiri Prince Group, Chen Zhi, ditangkap di Kamboja hari ini, divisi bisnis "resmi" yang berada di bawahnya seperti Bank Prince dan Prince Property tetap beroperasi normal, dengan toko-toko bisnis mereka mudah ditemukan di jalan-jalan Phnom Penh. Namun setelah Amerika Serikat, Singapura, dan negara-negara lain secara berurutan mengajukan gugatan terhadap Prince Group dan Chen Zhi serta membekukan asetnya, operasional bisnis ini juga mengalami kesulitan.
Pada Oktober 2025, Departemen Kehakiman Amerika Serikat membekukan 127.000 koin Bitcoin milik grup Taiping, yang pada saat itu bernilai sekitar 15 miliar dolar AS. Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa jumlah karyawan di kawasan Taiping berkisar antara 5.000 hingga 10.000 orang, dengan lebih dari 700.000 akun penipuan yang terdaftar. Pada periode yang sama, pemerintah Singapura membekukan sejumlah besar aset milik keluarga Chen Zhi, termasuk mobil mewah seperti Bentley dan Rolls-Royce, serta properti dan rekening bank bernilai tinggi, dengan total nilai mencapai 150 juta dolar Singapura (sekitar 800 juta yuan RMB).

