- Yeremia Powell dinyatakan bahwa panggilan sah DOJ terkait renovasi Fed mengikuti perselisihan kebijakan suku bunga, memicu kekhawatiran terhadap kemandirian bank sentral.
- Powell menyatakan renovasi senilai 2,5 miliar dolar tersebut telah sepenuhnya diungkapkan dan menyebut penyelidikan itu sebagai bentuk tekanan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
- Anggota Komite Perbankan Senat Thom Tillis memperingatkan bahwa penyelidikan bisa merusak kemandirian DOJ dan stabilitas kepemimpinan Fed.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell dialamatkan sebuah penyelidikan kriminal pada hari Minggu setelah jaksa federal mengeluarkan surat perintah dewan juri ke bank sentral. Penyelidikan ini diikuti kesaksian juni-nya di Senat mengenai proyek renovasi senilai 2,5 miliar dolar. Powell berbicara dari Washington, mengatakan masalah muncul pada hari Jumat dan berfokus pada kemandirian bank sentral dan keputusan suku bunga.
Subpoe yang Dikeluarkan DOJ Berfokus pada Kesaksian Perbaikan Gedung The Fed
Menurut Powell, Departemen Kehakiman mengirimkan surat perintah pengadilan yang terkait dengan kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat bulan Juni lalu. Kesaksian tersebut membahas renovasi bangunan Federal Reserve bersejarah di Washington, D.C.
Proyek ini mencakup beberapa tahun dan memiliki biaya diperkirakan 2,5 miliar dolar. Namun, Powell mengatakan penyelidikan itu tidak berkaitan dengan kegagalan pengungkapan atau pengawasan kongres. Ia mengatakan bahwa Fed memberikan pembaruan dan kesaksian publik secara berulang.
Sebaliknya, Powell menyebut masalah renovasi sebagai alasan untuk tekanan yang lebih luas. Powell merilis pernyataannya dalam pernyataan yang direkam dan diposting pada malam hari Minggu di akun X Bank Federal. Ia mengatakan tidak ada pejabat publik yang berada di atas hukum.
Masih, ia menggambarkan surat perintah penggeledahan sebagai yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut CNBC, Kantor Jaksa AS untuk Distrik Columbia mengawasi penyelidikan tersebut. Kantor tersebut dipimpin oleh Jeanine Pirro, yang diangkat oleh Presiden Donald Trump.
Powell Menghubungkan Investigasi dengan Perdebatan Kebijakan Suku Bunga
Powell mengatakan ancaman tuntutan pidana mengikuti perbedaan pendapat atas kebijakan suku bungaIa menyatakan bahwa Fed menetapkan suku bunga menggunakan data ekonomi dan penilaian kepentingan publik. Ia mengatakan preferensi politik tidak boleh mempengaruhi kebijakan moneter.
Ia menambahkan bahwa perselisihan tersebut mencerminkan tekanan dari pemerintahan. Presiden Trump telah secara terbuka mengkritik Powell sejak menjabat pada Januari 2025. Trump juga telah mempertanyakan proyek renovasi dan tingkat suku bunga.
Berbicara kepada NBC News pada hari Minggu, Trump mengatakan dia tidak tahu apa-apa tentang penyelidikan tersebut. Namun, dia kembali mengkritik kinerja Powell.
Reaksi Politik dan Kekhawatiran Institusional Muncul
Reaksi segera mengikuti di Capitol Hill. Senator Thom Tillis dari North Carolina menyampaikan kekhawatirannya mengenai implikasi penyelidikan tersebut. Tillis duduk dalam Komite Perbankan Senat, yang mengawasi Bank Federal kepemimpinan.
Tillis mengatakan dia akan menghalangi kandidat masa depan untuk Federal Reserve hingga masalah ini selesai. Ia mengatakan insiden ini memunculkan pertanyaan tentang kemandirian Departemen Kehakiman.
Sementara itu, seorang juru bicara DOJ mengatakan para jaksa diminta untuk memprioritaskan kasus yang melibatkan dana wajib pajak. Pernyataan tersebut tidak secara langsung menyebut Powell. Powell mengatakan dia akan terus menjabat sebagai ketua Fed. Dia mengatakan dia akan menjalankan tugas-tugas yang dikonfirmasi oleh Senat agar dia lakukan.
