Analis grafis berpengalaman Peter Brandt menyatakan bahwa bitcoin belum tentu telah menyelesaikan penurunan saat ini setelah menyentuh target rendah Februari yang ditetapkan. Ia percaya bahwa harga masih berpotensi melanjutkan penurunan, bahkan mengalami penjualan terkonsentrasi yang lebih tajam, dan titik terendah yang dapat diperdagangkan di pasar mungkin baru muncul pada Oktober.
Menembus bawah saluran naik
Grafik yang dirilis oleh Brandt menunjukkan bahwa bitcoin bergerak dalam saluran naik dari akhir Februari hingga Mei. Namun, seiring harga menembus di bawah batas bawah saluran, struktur naik sebelumnya terganggu, dan kekhawatiran terhadap reversi tren jangka pendek jelas meningkat.
Dia mengatakan di platform sosial bahwa bitcoin telah mencapai target penurunan awal, tetapi ini tidak berarti tren penurunan telah berakhir. Menurut penilaiannya, tahap saat ini masih sulit untuk mengonfirmasi dasar fase sejati.
Mencapai garis rata-rata 200 minggu
Setelah penurunan kali ini, bitcoin telah menyentuh moving average 200 minggu. Ini adalah pertama kalinya sejak Oktober 2023 kembali mendekati level teknis jangka panjang ini, sehingga dianggap sebagai area pemantauan penting oleh pasar.
Sementara itu, CEO CryptoQuant Ki Young Ju menyatakan bahwa pasar saat ini lebih mirip sebuah "peralihan" skala besar. Data yang ia berikan menunjukkan bahwa biaya rata-rata pemegang bitcoin sekitar $53.000. Secara historis, pasar bearish sering kali baru menyelesaikan proses penjualan setelah harga jatuh di bawah harga realisasi ini.
- Moving average 200-week is a key long-term technical level
- Biaya rata-rata posisi sekitar $53.000
- Brandt percaya titik terendah yang dapat diperdagangkan mungkin muncul pada Oktober
Buy pressure from ETFs failed to offset selling pressure
Ki Young Ju juga menyebutkan bahwa ia awalnya menganggap pada siklus ini, dengan aliran dana institusional yang terus masuk, kisaran biaya ini sulit untuk diuji kembali. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa tekanan penjualan pasar masih berlanjut.
Dia menunjukkan bahwa meskipun aliran dana ETF dan alokasi perusahaan terhadap Bitcoin terus meningkat, harga kembali ke level sekitar awal 2024, yang berarti pemegang awal kemungkinan melakukan distribusi spot besar-besaran, mengimbangi dukungan dari pembelian baru.
Di sisi lain, Peter Schiff, yang secara jangka panjang bearish terhadap Bitcoin, juga menyatakan bahwa harga Bitcoin saat ini berada di bawah titik makro tertinggi sebelumnya yang terbentuk pada April 2021. Ia menggunakan hal ini untuk mempertanyakan ekspektasi optimis pasar terhadap pertumbuhan tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
Secara keseluruhan, fokus pasar saat ini telah berpindah dari pembelian institusional ke apakah tekanan penjualan telah selesai dilepaskan. Jika harga terus kehilangan dukungan jangka panjang kunci, volatilitas Bitcoin selanjutnya kemungkinan akan semakin membesar.

