Odaily Planet Daily melaporkan, beberapa sumber yang mengetahui hal ini mengungkapkan bahwa OpenAI dan Anthropic telah melakukan komunikasi tertutup dengan otoritas regulasi AS di Washington, berusaha mendorong penguatan pembatasan terhadap model open-source. Perdebatan yang awalnya menyangkut jalur teknis kini telah meningkat menjadi persaingan atas hak penentuan aturan industri. Model open-source menurunkan hambatan bagi perusahaan dan pengembang dalam menggunakan teknologi AI canggih, serta membantu model-model Tiongkok dengan cepat memperoleh pengguna global. Pengembang dan perusahaan luar negeri dapat langsung mengunduh, memodifikasi, dan menerapkan model-model ini tanpa harus membayar biaya panggilan API yang mahal.
Ini juga memberikan tekanan kompetitif kepada OpenAI dan Anthropic. Kedua perusahaan tersebut sedang menyampaikan kekhawatiran mereka kepada otoritas regulasi AS mengenai perkembangan model open-source Tiongkok, dan berharap pemerintah Trump memperketat pembatasan terhadap model open-source Tiongkok.
Sementara itu, mereka juga terus menekankan potensi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh model AI canggih. Kedua perusahaan percaya bahwa ketika kemampuan model terus mendekati atau bahkan melampaui manusia, jika bobot model sepenuhnya dipublikasikan, setiap organisasi dapat mengunduh, memodifikasi, dan menerapkannya, yang akan meningkatkan risiko penyalahgunaan model.
Sebelumnya, OpenAI secara terbuka menyatakan harapannya untuk membangun sistem evaluasi keamanan AI yang dipimpin pemerintah, yang mewajibkan pengujian keamanan untuk sejumlah model canggih. Anthropic berulang kali menekankan bahwa model open-source dapat menurunkan ambang batas penyebaran kemampuan berbahaya, sehingga perlu diambil langkah pengelolaan yang lebih ketat. (Kehakiman Sains dan Teknologi Kreatif)
