NVIDIA Meluncurkan Model AI Ising untuk Mendorong Komputasi Kuantum dan Mengatasi Risiko Keamanan Kripto

iconCoinEdition
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
NVIDIA meluncurkan Ising, keluarga model AI open-source baru untuk meningkatkan komputasi kuantum. Model-model ini meningkatkan kalibrasi kuantum dan koreksi kesalahan, dengan Ising Decoding menunjukkan kecepatan 2,5 kali lebih cepat dan akurasi 3 kali lebih baik. Berita AI + crypto menyoroti hubungan yang semakin erat antara teknologi kuantum dan keamanan blockchain. Analis Bernstein mengatakan ancaman kuantum nyata tetapi dapat dikelola, dengan jendela waktu 3–5 tahun sebelum risiko muncul. Pengembang bitcoin sedang mengerjakan pembaruan seperti BIP-360 untuk mencegah skenario pelanggaran keamanan potensial.
  • NVIDIA Ising AI mempercepat kalibrasi kuantum dan meningkatkan kecepatan koreksi kesalahan.
  • Ising Decoding meningkatkan akurasi kesalahan kuantum dan memberikan peningkatan kinerja yang lebih cepat.
  • Bernstein mengatakan ancaman kuantum nyata tetapi dapat dikelola, dengan 3–5 tahun sebelum risiko kripto muncul.

NVIDIA telah memperkenalkan keluarga model AI open-source baru bernama Ising, menandai langkah signifikan menuju komputasi kuantum praktis. launch mencerminkan dorongan yang semakin besar untuk menjembatani kesenjangan antara sistem kuantum eksperimental dan aplikasi dunia nyata.

Para peneliti telah lama menghadapi masalah ketidakstabilan dan skalabilitas pada prosesor kuantum. Sekarang, solusi yang didorong AI bertujuan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut secara langsung. Akibatnya, NVIDIA memposisikan Ising sebagai alat penting untuk mempercepat terobosan dalam kalibrasi dan koreksi kesalahan, dua bidang yang menentukan masa depan sistem kuantum.

AI Bertemu Rekayasa Kuantum

Model Ising mengambil inspirasi dari model Ising, yang menyederhanakan interaksi fisik yang kompleks. NVIDIA mengadaptasi konsep ini untuk mengoptimalkan kinerja perangkat keras kuantum.

Secara khusus, model-model ini meningkatkan kecepatan kalibrasi dan meningkatkan akurasi koreksi kesalahan. Kemajuan ini memungkinkan sistem kuantum beroperasi lebih andal di bawah kondisi dunia nyata.

Selain itu, Ising Calibration menggunakan AI vision-language untuk menafsirkan data prosesor kuantum secara real-time. Ini mengurangi waktu kalibrasi dari hari menjadi jam. Sementara itu, Ising Decoding menerapkan jaringan saraf canggih untuk memperbaiki kesalahan kuantum lebih cepat dan lebih akurat. NVIDIA melaporkan kinerja hingga 2,5 kali lebih cepat dan akurasi tiga kali lebih baik dibandingkan alat yang ada.

Jensen Huang menekankan pentingnya AI dalam evolusi ini. Ia menyatakan, “AI sangat penting untuk membuat komputasi kuantum praktis.” Ia menambahkan bahwa Ising mengubah qubit menjadi sistem yang dapat diskalakan melalui kontrol yang didorong oleh AI.

Pertumbuhan Komputasi Kuantum dan Kinerja Pasar

Sektor komputasi kuantum terus menarik investasi besar. Para analis memperkirakan pasar akan melebihi $11 miliar pada tahun 2030.

Pada saat yang sama, saham NVIDIA mencerminkan sentimen bullish. Saham baru-baru ini naik ke $193.38, menunjukkan pemulihan intraday yang stabil. Aksi harga menunjukkan tekanan pembelian yang kuat karena investor merespons momentum inovasi.

Ancaman Kuantum dan Urgensi Kripto

Namun, kemajuan kuantum memperkenalkan risiko baru, terutama untuk keamanan blockchain. Bernstein menjelaskan ancaman kuantum sebagai nyata tetapi dapat dikelola. Perusahaan memperkirakan jendela waktu tiga hingga lima tahun sebelum sistem kuantum dapat menantang kriptografi saat ini.

Timeline ini menciptakan urgensi bagi pengembang bitcoin. Peningkatan yang diusulkan seperti BIP-360 bertujuan untuk melindungi kunci publik hingga transaksi terjadi. Akibatnya, langkah-langkah semacam ini dapat mengurangi paparan terhadap serangan kuantum.

Selain itu, Google telah mempersiapkan keamanan pasca-kuantum sejak 2016. Perusahaan mendesak jaringan blockchain untuk segera bertindak. Tanpa pembaruan yang terkoordinasi, sistem terdesentralisasi mungkin kesulitan beradaptasi tepat waktu.

Terkait:Akankah Komputasi Kuantum Menghancurkan Bitcoin? Ini yang Dipikirkan ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, dan Grok

Penafian: Informasi yang disajikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Artikel ini tidak merupakan nasihat keuangan atau nasihat apa pun. Coin Edition tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan konten, produk, atau layanan yang disebutkan. Pembaca disarankan untuk berhati-hati sebelum mengambil tindakan apa pun yang terkait dengan perusahaan.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.