Pria yang mengawasi lebih banyak uang daripada siapa pun di planet ini percaya bahwa AI akan segera melakukan sesuatu yang selama ini sulit dicapai para ekonom: menurunkan harga.
Nicolai Tangen, CEO Norges Bank Investment Management, mengatakan kepada Bloomberg bahwa kecerdasan buatan dan robotika dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas dan menurunkan harga dalam beberapa tahun mendatang.
Eksperimen AI senilai triliunan dolar Norwegia
Dana Pensiun Pemerintah Norwegia Global, yang dikelola oleh NBIM, telah mengintegrasikan AI secara menyeluruh dalam fungsi perdagangan dan analisisnya. Hasilnya: peningkatan produktivitas sekitar 20% secara internal, tanpa rencana untuk meningkatkan jumlah karyawan.
Dana ini melakukan lebih banyak hal dengan jumlah orang yang sama, sekaligus menghemat ratusan juta kroner dalam biaya operasional.
Untuk Tangen, hasil internal adalah pratinjau dari apa yang diharapkannya terlihat di seluruh perekonomian yang lebih luas. Tesisnya sederhana: AI dan robot humanoid pada akhirnya akan menghasilkan peningkatan output yang cukup besar sehingga pertumbuhan ekonomi melampaui inflasi, menciptakan lingkungan deflasioner. Ia memperkirakan pergeseran ini membutuhkan sekitar tiga tahun untuk terwujud, karena output membutuhkan waktu untuk mengejar permintaan.
Argumen deflasi, diuraikan
Argumennya berpusat pada gagasan bahwa AI secara langsung menangkal tekanan inflasi yang saat ini membebani perekonomian global. Kenaikan tarif, biaya energi yang lebih tinggi, dan gangguan rantai pasok semuanya mendorong harga naik dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Tangen, otomasi yang didorong oleh AI dapat menyerap dan menyeimbangkan tekanan biaya tersebut dengan membuat produksi menjadi lebih murah dan lebih cepat.
Dia telah menyampaikan argumen ini secara publik di beberapa forum bergengsi, termasuk Economic Club of New York dan konferensi Bloomberg di Oslo. Konsistensi pesan ini menunjukkan bahwa ini bukan sekadar pengamatan sementara, melainkan teori inti yang membentuk cara dana kekayaan berdaulat terbesar di dunia mempertimbangkan posisi portofolionya.
Apa artinya ini bagi pasar
Pasar tenaga kerja berada di pusat transisi ini. Dana milik Tangen sendiri menunjukkan model ini: jumlah karyawan stabil, output meningkat.
Jangka waktu tiga tahun yang ditetapkan Tangen juga penting untuk penempatan taktis. Cukup panjang sehingga investor tidak bisa hanya memperdagangkan secara prematur dengan opsi jangka pendek, tetapi cukup singkat sehingga pergeseran strategis dalam portofolio perlu dimulai sekarang. Perusahaan yang sudah menerapkan AI secara skala besar, terutama di bidang manufaktur, logistik, dan jasa keuangan, mungkin menjadi penerima manfaat pertama dari gelombang produktivitas ini.
