Pembayaran Nonfarm Memicu Harapan Kenaikan Suku Bunga Fed, Yen Berpindah ke Logika Kenaikan Suku Bunga

icon MarsBit
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Berita Fed mendominasi pasar minggu ini karena lapangan kerja non-pertanian AS melonjak menjadi 162.000 pada Agustus, jauh di atas perkiraan 56.000, meningkatkan peluang kenaikan suku bunga pada September menjadi lebih dari 60%. Yen menguat karena trader beralih dari spekulasi intervensi ke ekspektasi penguatan BoJ. Altcoin yang perlu diawasi mungkin bereaksi terhadap berita Fed, mengingat volatilitas pasar yang lebih luas. Ketegangan antara AS dan Iran mendorong harga minyak di atas $90 untuk WTI dan $95 untuk Brent. Imbal hasil obligasi global naik, dengan imbal hasil 10-tahun Jepang mencapai 3%, tertinggi sejak 1996.

Mars Finance melaporkan, pada 5 September, garis utama pasar global minggu ini berfokus pada ekspektasi kebijakan Federal Reserve, penguatan yen, konflik geopolitik, dan penjualan obligasi global. Laporan non-farm payroll AS untuk Agustus menunjukkan penambahan 162.000 pekerjaan, jauh melebihi perkiraan 56.000, mendorong pasar untuk kembali memperkirakan kenaikan suku bunga Fed pada September, dengan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan tersebut kembali naik di atas 60%. Sementara itu, Trump terus secara terbuka menekan Fed untuk menurunkan suku bunga, memperjelas perbedaan pendapat antara pihak hawkish dan dovish di dalam Fed. Yen menjadi fokus utama lainnya minggu ini. Dolar terhadap yen sempat mendekati 160, lalu cepat turun kembali ke sekitar 155. Pasar awalnya menduga pemerintah Jepang mungkin kembali melakukan intervensi pasar valas, namun hingga kini belum ada bukti yang cukup. Sebaliknya, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan jelas meningkat; Kuroda menyatakan bahwa rapat bulan September akan membahas kemungkinan kenaikan suku bunga, dan pasar secara bertahap berpindah dari "transaksi intervensi" menuju "transaksi kenaikan suku bunga". Konflik AS-Iran memperdalam minggu ini; AS melancarkan serangan baru terhadap Iran, sementara Iran terus menyerang target militer AS di Yordania, Bahrain, Erbil Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, sehingga risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz kembali dimasukkan ke dalam harga pasar. WTI minyak mentah sempat menembus $90, sementara Brent minyak mentah berada di atas $95. Penjualan obligasi global terus meluas; imbal hasil obligasi Jepang jangka 10 tahun naik di atas 3%, mencapai level tertinggi sejak 1996; imbal hasil obligasi jangka panjang AS, Inggris, dan Eropa juga naik bersamaan, sehingga modal mulai mengevaluasi ulang pusat suku bunga global. Sementara itu, taman industri nikel terbesar di Indonesia mengalami kekurangan air akibat El Niño, sehingga produksi sebagian smelter nikel dan fasilitas pendukungnya kemungkinan turun 30% hingga 40%. Di bidang teknologi, pada hari peluncuran GPT-6 Astra, layanan AI seperti OpenAI, Anthropic, dan xAI mengalami gangguan berturut-turut, sehingga stabilitas infrastruktur AI kembali menjadi perhatian. Tesla secara resmi meluncurkan layanan transportasi tanpa pengemudi Cybercab di Austin, mempercepat komersialisasi Robotaxi. Di pasar saham AS, minggu ini mengalami tren "shock suku bunga—pemulihan beli murah—tekanan ulang akibat data non-farm payroll yang kuat"; indeks S&P 500 naik 0,09%, indeks Nasdaq naik 0,4%, sedangkan indeks Dow turun 0,27%. Emas turun 0,52% menjadi $4.431 per ons; indeks dolar turun 0,53% menjadi 99,16.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.