Postingan HR Nansen tentang Lulusan Baru Menggantikan Karyawan Senior Memicu Kontroversi.

iconTechFlow
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy

Menurut TechFlow, sebuah unggahan LinkedIn oleh Mitra Utama Sumber Daya Manusia Nansen, Joanna Yeoh, telah memicu kritik luas karena mempromosikan budaya tempat kerja 'PVP' (player versus player). Dalam unggahan tersebut, Yeoh menggambarkan seorang lulusan baru yang berhasil melampaui kinerja seorang insinyur senior dalam waktu tiga bulan, yang akhirnya menyebabkan pemecatan insinyur senior tersebut. Unggahan yang kini telah dihapus itu mengutip metrik seperti penggunaan alat Cursor dan frekuensi komit di GitHub sebagai indikator kinerja. Insiden ini memicu reaksi keras di Reddit dan LinkedIn, dengan banyak pengguna mempertanyakan keadilan dan dampak dari lingkungan kerja yang kompetitif semacam itu. CEO Nansen, Alex Svanevik, menyebut unggahan tersebut 'bodoh' dan membantah klaim tentang budaya tempat kerja yang beracun, dengan menyatakan bahwa perusahaan menghargai kinerja dan memiliki skor promotor net karyawan (eNPS) yang kuat.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.