Michael Saylor Mengatakan Bitcoin Tidak Memerlukan Undang-Undang Kejelasan Kripto karena Senat Menunda Pemungutan Suara

icon36Crypto
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Michael Saylor mengatakan bahwa bitcoin tidak memerlukan Undang-Undang Crypto Clarity, meskipun undang-undang kripto mengalami penundaan di Senat AS. RUU tersebut, yang mencakup ketentuan CFT (Countering the Financing of Terrorism), menghadapi penundaan menjelang masa jeda Agustus. Saylor berargumen bahwa model terdesentralisasi bitcoin beroperasi tanpa aturan baru, sementara industri masih membutuhkan kejelasan hukum. Penundaan ini membuat pelaku pasar yang mengharapkan tindakan dalam sesi ini merasa frustrasi.
  • Michael Saylor berpendapat bahwa bitcoin tidak memerlukan Undang-Undang Crypto Clarity, sementara Amerika memerlukan kepastian regulasi untuk pertumbuhan aset digital.
  • Senat menunda pemungutan suara sebelum masa reses Agustus, meninggalkan bisnis mata uang kripto menunggu arahan regulasi yang lebih jelas meskipun didukung secara luas oleh industri.
  • Reaksi media sosial terpecah antara pendukung dan kritikus seiring memanasnya perdebatan mengenai regulasi bitcoin di komunitas kripto setelah pernyataan Saylor.


Michael Saylor telah menghidupkan kembali perdebatan mengenai regulasi bitcoin dan mata uang kripto setelah menyatakan bahwa bitcoin tidak memerlukan Undang-Undang Kejelasan Kripto. Menurut Saylor, undang-undang yang diusulkan tersebut penting bagi Amerika Serikat, bukan bagi bitcoin itu sendiri, sebuah posisi yang menarik perhatian seiring para pembuat undang-undang menunda pemungutan suara atas RUU yang telah lama ditunggu-tunggu tersebut.


Menurut Saylor, bitcoin dapat beroperasi tanpa undang-undang baru karena desain terdesentralisasi tidak bergantung pada persetujuan pemerintah. Namun, ia berpendapat bahwa Amerika membutuhkan Crypto Clarity Act untuk memberikan kepastian hukum yang lebih besar kepada bisnis dan memperkuat posisi negara tersebut di industri aset digital.


Komentarnya muncul ketika Senat AS menunda pertimbangan undang-undang tersebut sebelum para anggota legislatif pergi untuk masa reses Agustus. Akibatnya, salah satu usulan regulasi paling dinantikan oleh industri mata uang kripto sekarang akan ditunda hingga Kongres kembali.


Selain itu, pernyataan Saylor dengan cepat memecah opini di komunitas kripto. Beberapa pengguna setuju bahwa jaringan Bitcoin telah membuktikan ketahanannya tanpa dukungan regulasi. Yang lain berpendapat bahwa kejelasan hukum tetap diperlukan bagi bursa, lembaga keuangan, dan perusahaan blockchain yang beroperasi di Amerika Serikat.


Juga Baca: Cardano Merebut Kembali Level Teknis Kunci karena Lonjakan Volume 116% Memperkuat Momentum Pasar


Penundaan oleh Senat membuat industri kripto menunggu kejelasan regulasi

Undang-Undang Kejelasan Kripto telah menarik dukungan signifikan dari perusahaan mata uang kripto, investor, dan pakar hukum yang mencari kerangka yang lebih jelas untuk aset digital. Para pendukung percaya bahwa undang-undang ini akan menetapkan tanggung jawab regulasi sekaligus mendorong inovasi di seluruh pasar kripto Amerika.


Namun, para anggota legislatif gagal membawa usulan tersebut ke pemungutan suara sebelum masa reses Agustus karena beberapa ketidaksepakatan kebijakan masih belum terselesaikan. Pengawasan stablecoin dan tanggung jawab regulasi yang lebih luas terus memecah belah anggota Kongres, mencegah undang-undang tersebut maju.


Selain itu, penundaan tersebut mengecewakan banyak peserta industri yang mengharapkan RUU tersebut maju selama sesi legislatif saat ini. Beberapa pengamat percaya bahwa ketiadaan aturan yang jelas terus menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan yang merencanakan investasi jangka panjang di Amerika Serikat.


Menurut Saylor, ketidakpastian tersebut lebih memengaruhi bisnis daripada bitcoin itu sendiri. Pernyataannya menekankan bahwa jaringan terdesentralisasi bitcoin tetap beroperasi terlepas dari keputusan politik atau jadwal legislatif.


Sementara itu, reaksi di berbagai media sosial mencerminkan perpecahan yang lebih luas di dalam industri mata uang kripto. Sementara banyak pengguna memuji kepercayaan Saylor terhadap kemandirian bitcoin, yang lain berpendapat bahwa baik bitcoin maupun pasar kripto secara luas akan mendapat manfaat dari regulasi yang komprehensif.


Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menunjukkan bahwa para anggota legislatif berniat untuk membahas kembali Crypto Clarity Act setelah masa jeda Agustus. Komitmen tersebut menjaga harapan bahwa Kongres dapat melanjutkan debat ketika anggota kembali pada bulan September.


Kesimpulan

Menurut Saylor, bitcoin tidak bergantung pada Undang-Undang Kejelasan Kripto untuk berfungsi, sementara Amerika Serikat masih membutuhkan kejelasan regulasi untuk mendukung pertumbuhan industri. Meskipun Senat menunda undang-undang tersebut, rancangan undang-undang tetap aktif, meninggalkan bisnis mata uang kripto menantikan tahap berikutnya dari proses kongres.


Juga Dibaca: Upbit Mencabut BONK Karena Masalah Keamanan dan Pengungkapan yang Belum Terselesaikan


Pos Michael Saylor Mengklaim Bitcoin Berani Saat Undang-Undang Klaritas Kripto Mengalami Penundaan Besar muncul pertama kali di 36Crypto.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.