"Big Short" Michael Burry pada hari yang sama mengumumkan portofolio terbarunya, lalu menulis artikel di Substack memperingatkan risiko kejatuhan pasar saham AS.
(Sebelumnya: Michael Burry yang terkenal karena short besar mengumumkan portofolio terbaru: menambah posisi short pada Micron (MU) di harga $880)
(Background supplement: Goldman Sachs: Deleveraging Isn't Over Yet! CTA Loses $24.9 Billion, Corporate Buybacks Are the Only Support Left in August)
AS Amerika Serikat, penulis terkenal "Big Short" Michael Burry, pada hari yang sama setelah mengungkapkan portofolio terbarunya, juga menerbitkan artikel baru di Substack, memperingatkan bahwa pasar saham AS berada di ambang kejatuhan cepat. Burry menunjukkan bahwa yang mendorong "gelombang penjualan" ini bukanlah pelemahan fundamental, melainkan efek berantai dari reaksi otomatis dana kuantitatif Wall Street terhadap volatilitas pasar.
Mekanisme "penjualan otomatis" dari dana kuantitatif
Burry secara jelas menyebut dalam artikelnya pada 4 Agustus bahwa dana investasi yang fokus pada volatilitas sedang memicu gelombang penjualan otomatis. Dana-dana ini mengandalkan strategi kuantitatif untuk mendeteksi volatilitas pasar secara real-time dan menyesuaikan posisi secara otomatis, menciptakan siklus "semakin jatuh, semakin dijual; semakin dijual, semakin jatuh" dalam lingkungan volatilitas yang meningkat.
Dia secara khusus menyoroti dana kuantitatif aktif di Wall Street—dana ini tidak hanya secara pasif mengikuti indeks, tetapi menggunakan algoritma untuk terus memindai sinyal pasar, dan secara otomatis mengurangi posisi begitu mendeteksi peningkatan volatilitas. Burry menggambarkan bahwa di pasar saat ini yang volatilitasnya jauh melampaui norma historis, dana-dana semacam ini telah menjadi "magnifier" tak terlihat.
Saham momentum memimpin penurunan
Recent crash in momentum stocks serves as the best evidence—momentum stocks refer to stocks whose prices surged rapidly over a short period; in recent weeks, memory manufacturers and chip companies, which had seen price surges, faced massive sell-offs as investors took profits.
- iShares MSCI US Momentum Factor ETF (MTAW) turun 14% dari level tertinggi terbaru
- Micron (MU) same day shorted by Burry at $880
- SK Hynix turun 3,88%, NVIDIA turun 1,33%, Broadcom turun 2,01%
Goldman Sachs juga merilis analisisyang menunjukkan bahwa pelonggaran CTA belum selesai, memperkirakan penurunan akan menghabiskan $24,9 miliar, dan satu-satunya penopang utama di bulan Agustus adalah pembelian kembali saham oleh perusahaan.
Apa perbedaan gelombang ini dengan tahun 2025?
Peringatan Burry kali ini selaras dengan pandangannya pada awal 2025. Pada waktu itu, ia menunjukkan bahwa kenaikan saham terkait AI telah melampaui gelembung internet (naik hingga 784%), dan sekarang ia lebih lanjut menyoroti mekanisme yang mendorong kenaikan tersebut: tren momentum yang dikunci oleh algoritma dana kuantitatif, yang akan membalik dengan kecepatan lebih cepat begitu terjadi pembalikan.
Berbeda dengan periode "Big Short" tahun 2019, ketika Burry mempertaruhkan gelombang gagal bayar hipotek; kali ini, target short-nya lebih luas, ia melihat kerapuhan struktural pasar, di mana sejumlah besar dana terkonsentrasi pada beberapa strategi kuantitatif, dan jika volatilitas meningkat, akan memicu serangkaian penjualan.
Bagi investor Taiwan, efek berantai penjualan saham momentum ini juga perlu diperhatikan. Sektor teknologi AS memiliki korelasi sangat tinggi dengan semikonduktor lokal seperti TSMC dan MediaTek; ketika dana momentum mengurangi posisi saham perangkat keras AI AS, rantai pasokan saham Taiwan biasanya mengalami tekanan bersamaan. Pada pembukaan Senin minggu ini, setelah tiga indeks utama AS membuka lebih tinggi, saham perangkat keras AI telah lebih dulu mengalami tekanan: Dow Jones naik 1,06%, tetapi NVIDIA, TSMC, dan Broadcom turun bersamaan.
📍Laporan Terkait📍
Short seller Michael Burry mengumumkan posisi terbaru: memperpendek Micron (MU) di harga $880

