Jaksa Agung Manhattan Mendorong Regulasi Kripto yang Lebih Ketat untuk Mengatasi Pencucian Uang dan Penipuan

iconTechFlow
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Jaksa Agung Manhattan Alvin Bragg meminta regulasi yang lebih ketat terhadap pertukaran kripto untuk mengatasi pelanggaran AML (Anti Pencucian Uang) dan penipuan. Berbicara di New York Law School, ia menyebut ekonomi kriminal senilai 51 miliar dolar yang memanfaatkan celah regulasi. ATM kripto yang tidak diatur, yang membebankan biaya 20% untuk mencuci uang ilegal, menjadi sorotan. Bragg mengusulkan lisensi wajib dan pemeriksaan KYC (Know Your Customer) bagi semua perusahaan kripto, dengan sanksi pidana bagi yang tidak mematuhi. Jika disetujui, New York akan bergabung dengan 18 negara bagian lainnya yang memidana operasi kripto yang tidak sah. Ia juga memperingatkan tentang penipuan seperti 'pig butchering' yang menargetkan investor lanjut usia. Para ahli mengatakan diperlukan alat dan pelatihan AML yang lebih baik untuk melacak kejahatan kripto.

Menurut laporan Decrypt, Jaksa Agung Distrik Manhattan Alvin Bragg pada hari Rabu menyampaikan pidato di New York Law School, mengajak para anggota legislatif negara bagian untuk menetapkan operasi kripto ilegal sebagai kejahatan pidana. Bragg memperingatkan bahwa celah regulasi saat ini mendukung ekonomi kriminal senilai 51 miliar dolar AS, yang memungkinkan pelaku kejahatan dengan mudah mencuci uang dari perdagangan senjata, narkoba, dan penipuan. Bragg secara khusus menyoroti masalah mesin ATM kripto ilegal, yang membebankan biaya 20% untuk mengubah "uang kotor" menjadi aset digital. Ia mengusulkan agar semua perusahaan kripto dikenai persyaratan lisensi wajib dan kebijakan mengetahui pelanggan (KYC), yang didukung dengan sanksi pidana. Jika usulan ini disetujui, New York akan menjadi negara bagian ke-19 di Amerika Serikat yang mengkriminalisasi operasi kripto ilegal. Selain itu, Bragg juga menyoroti skema penipuan seperti "pump and dump" (sering disebut "kill pig" atau "pembunuhan babi"), yang telah menyebabkan banyak lansia kehilangan tabungan seumur hidup mereka. Para ahli mengatakan bahwa pemberantasan kejahatan kripto tidak hanya membutuhkan keinginan kuat dari pihak penegak hukum, tetapi juga investasi dalam alat forensik blockchain dan peningkatan kemampuan teknis penyelidik.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.