Li Yanhong Mengusulkan Metrik Baru 'Agen Aktif Harian' untuk Mengukur Nilai AI

icon MarsBit
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Li Yanhong, pendiri Baidu, memperkenalkan metrik Daily Active Agents (DAA) di Konferensi Pengembang AI Baidu Create 2026. Ia berargumen bahwa konsumsi token mencerminkan biaya, bukan nilai, dan menyarankan DAA sebagai indikator yang lebih baik untuk mengukur utilitas AI. Li membandingkan DAA dengan DAU di era internet seluler, menekankan jumlah agen AI aktif sebagai ukuran utama. Ia juga mencatat pergeseran dari model menjadi agen yang menyelesaikan tugas, menyebutnya sebagai antarmuka AI berikutnya. Berita AI + crypto ini menyoroti kemungkinan hubungan antara metrik AI dan peluncuran token baru.

Menurut pemantauan Beating, pendiri Baidu Li Yanhong mengemukakan sebuah pandangan di Konferensi Pengembang AI Baidu Create 2026: jumlah konsumsi Token yang menjadi fokus utama industri tidak mewakili akhir dari semuanya. Token hanyalah biaya, bukan keuntungan; ia mengukur input, bukan output. Apakah konsumsi Token tersebut efisien dan menghasilkan nilai apa pun, Token itu sendiri tidak bisa menjawabnya. Dari sini, Li Yanhong mengusulkan indikator baru, DAA (Daily Active Agents, jumlah agen aktif harian), yang menjadi patokan terhadap DAU (Daily Active Users) di era internet seluler. Logikanya adalah: ketika seseorang memiliki banyak agen, dan sebuah perusahaan memiliki ratusan hingga ribuan agen, jumlah totalnya pasti jauh melebihi populasi manusia yang menjadi dasar DAU. Saat ini, perusahaan dengan DAU tertinggi di dunia adalah Meta, lebih dari 3,4 miliar; Li Yanhong percaya bahwa DAA global di masa depan akan dengan mudah melebihi 10 miliar. "Berapa banyak agen yang bekerja untuk manusia dan menghasilkan hasil nyata, ini lebih mendekati nilai dan esensi sejati dibandingkan konsumsi Token yang sia-sia." Ia mengambil contoh popularitas OpenClaw: ini adalah pertama kalinya dalam sejarah agen menggantikan model untuk menembus pasar utama, di mana tokoh utama AI berubah dari model menjadi aplikasi. Pengguna membayar bukan karena seberapa cerdas modelnya, tetapi apakah ia bisa menyelesaikan tugas untuk mereka. Berdasarkan ini, Li Yanhong membagi pintu masuk AI menjadi dua generasi: chatbot yang diwakili oleh ChatGPT adalah generasi pertama, yang menyelesaikan pengambilan informasi; agen universal adalah generasi kedua, yang menyelesaikan penyelesaian tugas, "dengan batas nilai yang lebih tinggi daripada chatbot." Li Yanhong juga menyatakan bahwa AI sedang menciptakan "individu super." Sebelumnya, unit produktivitas terkecil adalah tim, kini berubah menjadi satu orang ditambah tim agen. Di tingkat organisasi, setiap manajer dapat memperluas jangkauan pengelolaannya dari 10 orang menjadi 30-50 orang, dengan fungsi inti manajemen berubah menjadi satu kata: penyelarasan, yaitu memastikan mereka melakukan hal yang benar.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.