Jacob Lauritzen, Technical Lead di perusahaan startup AI Legora, menyatakan bahwa menghubungkan penggunaan token alat AI dengan peringkat karyawan dan evaluasi kinerja dapat mendorong perilaku "tokenmaxxing", yaitu secara sengaja menghabiskan lebih banyak token agar terlihat lebih aktif di peringkat internal, bukan untuk meningkatkan efisiensi kerja yang sebenarnya.
Lebih mengutamakan output daripada konsumsi
Dia mengatakan dalam podcast 20VC bahwa praktik ini membuat karyawan "membakar Token hanya agar terlihat lebih baik" dan tidak benar-benar meningkatkan output. Sebaliknya, pendekatan yang lebih efektif adalah melalui hackathon, presentasi internal, dan bentuk lainnya, di mana karyawan dapat menunjukkan bagaimana mereka memanfaatkan AI untuk menyelesaikan proyek, serta peningkatan efisiensi spesifik yang dihasilkan.
Lauritzen percaya bahwa perusahaan harus menghargai karyawan yang lebih efisien dan menghasilkan lebih banyak, bukan sekadar menghargai seberapa banyak AI digunakan. Menurutnya, penggunaan AI itu sendiri bukan tujuan, melainkan seberapa besar ia menghasilkan hasil kerja yang lebih berkualitas.
Perusahaan dengan pertumbuhan tinggi tetap bersedia membayar untuk efisiensi

Namun, ia juga menyatakan bahwa bagi perusahaan seperti Legora yang tumbuh cepat, biaya peluang untuk tidak menggunakan AI juga sangat tinggi. Jika pengeluaran tambahan untuk Token dapat memperoleh peningkatan efisiensi sekitar 20%, investasi semacam ini masih memiliki makna nyata.
Perusahaan mulai memangkas anggaran AI
Saat pernyataan ini muncul, pendekatan industri teknologi terhadap pengelolaan penggunaan AI sedang berubah. Sebelumnya, beberapa perusahaan mendorong karyawan untuk lebih banyak mencoba alat AI melalui peringkat dan dashboard internal, tetapi seiring meningkatnya biaya, semakin banyak perusahaan yang mulai khawatir bahwa insentif semacam ini justru berdampak sebaliknya.
- Uber menetapkan batas pengeluaran bulanan sebesar 1500 dolar AS untuk setiap alat AI.
- Financial Times Inggris melaporkan bahwa Amazon telah menutup peringkat penggunaan AI internalnya
- CEO Cerebras mengkritik pemberian token tak terbatas kepada karyawan
Di sebuah konferensi Bloomberg minggu lalu, CEO Cerebras Systems, Andrew Feldman, menyatakan bahwa tidak semua tugas memerlukan pemanggilan model berbiaya tinggi; perusahaan sebaiknya memilih model open source yang lebih murah sesuai dengan kompleksitas tugas untuk meningkatkan efisiensi penggunaan token.
Dari pernyataan Legora, Uber, hingga Amazon dan Cerebras, fokus manajemen perusahaan teknologi terhadap AI sedang berubah dari "mendorong penggunaan sebanyak mungkin" menjadi "mengejar output nyata dengan mengendalikan biaya".
