Ledger Menemukan Kerentanan OS Android yang Mencuri Seed Phrase Kripto

iconCoinpedia
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Berita kerentanan muncul setelah tim Donjon dari Ledger menemukan kelemahan pada chip MediaTek yang digunakan di ponsel Android. Penyerang dapat mencuri PIN dan seed phrase kripto dalam hitungan detik, bahkan saat perangkat dalam keadaan mati. Uji coba bukti konsep menargetkan Trust Wallet, Kraken Wallet, dan Phantom. CTO Ledger mengatakan jutaan pengguna berisiko. MediaTek telah memperbaiki masalah ini, dan Trust Wallet menambahkan lapisan keamanan baru. Berita kripto ini menyoroti ancaman berkelanjutan terhadap keamanan dompet seluler.
Poin-Poin Cerita
  • Peneliti Ledger telah menemukan kerentanan pada sistem operasi Android yang memungkinkan pencurian seed phrase kripto dalam hitungan detik.

  • Unit tersebut menerapkan bukti konsep untuk membuktikan ancaman di atas nyata.

  • Perkembangan ini menunjukkan bahwa smartphone tidak memiliki perlindungan keamanan yang diperlukan untuk bertindak sebagai fasilitas penyimpanan kripto.

Tim penelitian Donjon dari Ledger telah mengidentifikasi kerentanan keamanan pada prosesor MediaTek (yang umum digunakan pada ponsel Android) yang memungkinkan pelaku jahat mencuri pin ponsel pengguna dan seed phrase kripto mereka dalam hitungan detik. Serangan ini dikatakan dapat terjadi bahkan ketika perangkat dalam keadaan mati.

Tim melakukan uji konsep, di mana mereka berhasil memperoleh informasi sensitif terkait beberapa perangkat lunak (alias dompet panas) kripto. Korban termasuk Trust Wallet, Kraken Wallet, dan Phantom.

Pencurian kripto di OS Android

Charles Guillemet, Kepala Teknologi di perusahaan dompet perangkat keras Ledger, mencatat perkembangan ini sebagai "pengingat bahwa smartphone tidak dirancang untuk keamanan."

Guillemet menambahkan bahwa hal itu dapat memengaruhi “jutaan” ponsel Android, karena mereka mendominasi penggunaan global karena faktor ekonomi dan ketersediaan.

🚨 @DonjonLedger kembali menemukan kerentanan MediaTek yang berpotensi memengaruhi jutaan ponsel Android. Pengingat lain bahwa ponsel pintar tidak dirancang untuk keamanan. Bahkan saat dimatikan, data pengguna – termasuk pin & seed – dapat diekstraksi dalam waktu kurang dari satu menit.

— Charles Guillemet (@P3b7_) March 11, 2026

Setelah laporan tersebut, MediaTek mengambil tindakan untuk memperbaiki bug, sementara Trust Wallet memperkenalkan fitur keamanan baru yang mencegah pemalsuan alamat kripto.

Metode penyimpanan mana yang aman?

Dompet perangkat keras, seperti Ledger dan Trezor, telah mendapatkan reputasi dalam menyediakan keamanan yang lebih baik untuk cryptocurrency dibandingkan dompet perangkat lunak. Ini karena mereka memanfaatkan chip yang terpisah dari prosesor utama ponsel.

Namun, dengan penggunaan global sebesar 78%, dompet panas tetap menjadi pilihan utama di kalangan pemegang kripto karena efisiensi biaya dan kemudahan penggunaannya.

Meskipun demikian, pengguna penyimpanan dingin telah menjadi korban pencurian kripto melalui rekayasa sosial, manipulasi rantai pasokan, ekstraksi perangkat fisik, dan kecerobohan yang nyata.

Contoh yang baik dari yang terakhir adalah Layanan Pajak Korea Selatan, yang secara tidak sengaja memposting seed phrase ke dompet keras kripto yang disita. Contoh serangan brute force atau wrench adalah kasus terbaru pasangan Prancis yang dirampok hampir $1 juta dalam bitcoin.

Untuk sistem operasi, pengguna iOS belum sepenuhnya terlindungi, dengan kerentanan Coruna yang menambang informasi mata uang kripto sensitif pada versi iOS lama.

Kunci pengguna masih bisa dicuri saat menjalankan node, jadi mungkin dompet multisig adalah salah satu metode paling "tahan api" untuk menyimpan cryptocurrency.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.