Jika Anda baru saja memindahkan token antar blockchain, kemungkinan besar LayerZero yang menangani pengiriman tersebut. Standar Omnichain Fungible Token (OFT) protokol ini sekarang menyumbang 87% dari seluruh volume transfer lintas blockchain, angka yang disorot perusahaan pada 4 Agustus.
Bagaimana OFT menjadi bawaan
Standar OFT bekerja berdasarkan prinsip yang tampak sederhana. Ketika sebuah token perlu ada di beberapa blockchain, ia menggunakan mekanisme pembakaran dan pencetakan. Token dibakar di rantai sumber, lalu dicetak di rantai tujuan, menjaga pasokan global tetap konstan di lebih dari 100 jaringan yang didukung.
Bagi penerbit token yang memulai dari awal, ini sangat menarik. Alih-alih menerapkan kontrak terpisah di setiap rantai dan mengelola likuiditas secara independen, OFT menawarkan satu standar tunggal yang menangani ekspansi secara simultan di puluhan jaringan.
Pada Juni 2025, LayerZero mengelola sekitar $44 miliar aset lintas rantai.
Sudut pandang stablecoin
Pada Mei 2025, 61,2% dari semua stablecoin yang diterbitkan, senilai sekitar $150 miliar, didukung oleh infrastruktur LayerZero.
Memangkas taman dan dinamika token mendatang
Pada 24 Juli, protokol tersebut mengumumkan akan menghentikan dukungan untuk beberapa rantai dengan aktivitas rendah, termasuk Botanix dan Canto, dengan alasan keterlibatan pengguna yang minim.
Sementara itu, para pelaku pasar memantau sebuah acara mendatang dengan cermat. Pelepasan bulanan sebanyak 32,6 juta token ZRO, bernilai sekitar $25,45 juta, dijadwalkan pada 20 Agustus.
Apa yang harus diwaspadai oleh investor
Lanskap kompetitif adalah variabel terbesar bagi LayerZero ke depan. Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) Chainlink terus mendapat perhatian, terutama menyusul insiden keamanan yang dilaporkan mendorong beberapa protokol untuk bermigrasi dari LayerZero.
Bagi investor yang mengevaluasi posisi LayerZero, tiga faktor layak mendapat perhatian mendalam. Pertama, kemampuan protokol untuk mempertahankan rekam jejak keamanannya seiring dengan terus meningkatnya volume. Kedua, apakah strategi pruning rantai berdampak pada alokasi sumber daya yang lebih baik dan peningkatan kualitas layanan di jaringan yang paling penting. Dan ketiga, bagaimana pembukaan ZRO bulanan berinteraksi dengan kondisi pasar yang lebih luas, terutama apakah permintaan organik dari biaya protokol dapat menyerap pasokan tambahan tersebut.
