Menurut BlockBeats, pada 2 April, Bank Sentral Nigeria (CBN) baru saja meluncurkan program uji coba regulasi untuk Penyedia Layanan Aset Virtual (VASP). Kelompok pertama institusi yang berpartisipasi mencakup beberapa perusahaan fintech regional dan aset digital, dengan KuCoin menjadi satu-satunya platform perdagangan global yang dipilih. Program uji coba ini berfokus pada kepatuhan terhadap pencegahan pencucian uang (AML), pencegahan pendanaan terorisme (CFT), dan pencegahan pendanaan proliferasi (CPF), bertujuan untuk memperkuat manajemen risiko dan kemampuan regulasi di industri aset digital. Institusi yang berpartisipasi diwajibkan untuk melakukan komunikasi regulasi terstruktur dan mengirimkan data regulasi secara berkala.
CEO KuCoin, BC Wong, menyatakan bahwa dialog regulasi yang konstruktif merupakan fondasi penting bagi pengembangan berkelanjutan jangka panjang industri aset digital, dan perusahaan akan terus memperkuat komunikasi serta kerja sama dengan lembaga regulasi global untuk mendorong transparansi dan meningkatkan kemampuan manajemen risiko.
Pasar secara umum percaya bahwa pemilihan ini mencerminkan kemajuan berkelanjutan KuCoin dalam memajukan strategi kepatuhannya secara global, dan juga menunjukkan bahwa Nigeria sedang bergerak menuju tahap yang lebih sistematis dan berorientasi masa depan dalam regulasi aset digital.

