TL;DR:
- Jeff Park, penasihat Bitwise, memprediksi bitcoin akan menerima gelombang modal ketika investor Korea beralih dari saham teknologi.
- Investor ritel Korea Selatan memegang posisi terkonsentrasi di Samsung, SK Hynix, dan Hanmi Pharmaceutical, saham-saham teratas KOSPI.
- Pajak keuntungan modal sebesar 22% dan persyaratan pelaporan yang lebih ketat telah ditetapkan di pasar Korea.
Jeff Park, peneliti dan penasihat di Bitwise, menerbitkan prediksi yang bisa mengguncang pasar kripto: Bitcoin akan menerima arus modal besar dari investor ritel Korea Selatan setelah mereka memutuskan untuk mengalihkan posisi dari saham teknologi KOSPI. “Bayangkan lilin ketika investor ritel Korea akhirnya keluar dari Hynix, Samsung, dan Hanmi, lalu kembali ke Bitcoin,” tulis Park. “Hanya masalah waktu.”
Teori Park dimulai dari diagnosis yang sederhana. Saat ini, modal ritel Korea terkonsentrasi pada tiga raksasa pasar lokal: Samsung Electronics dan SK Hynix, pemimpin global dalam memori bandwidth tinggi dan semikonduktor, serta Hanmi Pharmaceutical, tolok ukur di sektor bioteknologi domestik. Perusahaan-perusahaan ini adalah penerima utama ledakan kecerdasan buatan selama 2025 dan awal 2026, yang membuat modal tersebut "terperangkap" dalam posisi yang menguntungkan di pasar saham tradisional.
Bayangkan lilin ketika ritel Korea akhirnya berpindah dari Hynix, Samsung, dan Hanmi serta kembali ke bitcoin
Hanya masalah waktu
— Jeff Park (@dgt10011) 12 Mei 2026
Rotasi yang Bisa Mengguncang Bitcoin dan Pasar
Alasan Park didasarkan pada fakta bahwa investor ritel Korea Selatan dikenal secara global karena gaya perdagangan berisiko tinggi mereka dan kemampuan mereka untuk menggerakkan pasar melalui volume. Saat mereka merasakan batas atas pada saham teknologi, Bitwise memperkirakan, mereka akan menjual posisi mereka secara bersamaan dan mengalihkan arus tersebut ke bitcoin. Park menggambarkan situasi saat ini sebagai "ketenangan sebelum badai."
Premi Kimchi
Fenomena ini memiliki preseden historis yang nyata: yang disebut "Kimchi Premium," di mana bitcoin cenderung diperdagangkan antara 5% hingga 15% di atas harga global di bursa Korea, didorong oleh permintaan lokal yang tinggi. Jika pola ini berulang pada skala yang lebih besar, peristiwa likuiditas ini dapat memiliki efek terlihat di seluruh pasar internasional.

Skenario tersebut tetap akan berkembang dalam lingkungan regulasi yang semakin ketat. Pemerintah Korea Selatan menerapkan pajak keuntungan modal sebesar 22% terhadap aset kripto dan memperketat persyaratan pelaporan bagi operator di sektor ini, yang juga sedang menghadapi dampak dari bencana Bithumb.

