BlockBeats melaporkan, pada 5 Agustus, menurut media Korea, sebuah prediksi menunjukkan bahwa Korea akan mempertahankan kepemimpinannya di pasar chip memori global hingga 2031, didorong oleh investasi besar-besaran dari perusahaan-perusahaan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix. Namun, permintaan untuk high-bandwidth memory (HBM) diperkirakan akan cepat meluas dari graphics processing units (GPU) NVIDIA ke accelerator artificial intelligence (AI) yang dikembangkan secara mandiri oleh perusahaan teknologi besar seperti Google. Analis industri dari Yole Group, Josephine Lu, menyatakan pada acara Future Memory & Storage 2026 di California pada hari ke-4 waktu setempat bahwa Korea akan mempertahankan kepemimpinannya di industri memori hingga 2031. Lu menunjukkan bahwa Korea berencana untuk menggandakan kapasitas wafer dalam lima tahun ke depan, dan Samsung Electronics serta SK Hynix juga meningkatkan investasi mereka.
Analisis menunjukkan bahwa keunggulan Korea akan terus dipertahankan seiring dengan peningkatan kapasitas dan riset pengembangan teknologi generasi mendatang DRAM (termasuk HBM) dan NAND secara bersamaan oleh Samsung Electronics dan SK Hynix. (Jinshi)
