Kioxia Mempercepat Tata Letak NAND AI, Meluncurkan Produk PCIe 6.0 dan UFS 5.0

iconChaincatcher
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Kioxia memperkuat permainan AI NAND-nya, meluncurkan eSSD PCIe 6.0 'CM10' dan merencanakan penyimpanan UFS 5.0 menjelang akhir tahun. Langkah ini terjadi saat fear and greed index di sektor teknologi dan altcoin yang perlu diwaspadai menunjukkan momentum bullish yang semakin kuat. 3D NAND 332-lapisan Kioxia kini telah memasuki produksi massal, dengan kecepatan baca meningkat hingga 92% dibanding generasi sebelumnya. Pesaing Korea Selatan, Samsung dan SK Hynix, tetap memimpin dalam pangsa pasar, tetapi iterasi teknologi cepat Kioxia bisa mengubah keseimbangan. Samsung juga terus maju dengan produk PCIe 6.0 dan UFS 5.0 sendiri, sementara altcoin yang perlu diwaspadai tetap menjadi perhatian para trader di tengah peningkatan perangkat keras.

ChainCatcher melaporkan, produsen NAND Jepang Kioxia sedang mempercepat penetrasi pasar NAND untuk AI, dengan telah memulai produksi massal NAND 3D lapisan 332 generasi ke-10 (BiCS 10) tahun ini, serta meluncurkan eSSD pusat data "CM10" yang mendukung PCIe 6.0, meningkatkan kinerja pembacaan berurutan hingga 92% dibanding generasi sebelumnya. Selain itu, Kioxia berencana memulai produksi massal penyimpanan tertanam UFS 5.0 pada akhir tahun ini, dengan kecepatan transmisi data yang meningkat sekitar dua kali lipat dibanding UFS 4.1, dengan fokus utama pada pasar perangkat seluler AI edge. Menurut data TrendForce, pangsa pasar global Kioxia untuk NAND pada kuartal pertama tahun ini adalah 13,9%, menempati posisi ketiga setelah Samsung Electronics (31,6%) dan SK Hynix (17,6%). Produsen Korea juga mempercepat langkah mereka. Samsung telah memulai produksi massal eSSD PCIe 6.0 "PM1763" bulan lalu, yang dilengkapi V-NAND generasi ke-9 dan controller 4nm, dengan rencana produksi massal UFS 5.0 pada kuartal keempat. Samsung juga mengumumkan bahwa mulai bulan ini mereka mulai memproduksi V-NAND generasi ke-10 (sekitar 430 lapisan), yang pertama kali menerapkan teknologi hybrid bonding dan triple stacking. Analisis industri menilai bahwa Kioxia memiliki daya saing yang kuat dalam kecepatan iterasi teknologi, tetapi kapasitas produksinya masih kalah dibanding produsen Korea, sehingga persaingan di pasar penyimpanan AI ke depan akan semakin ketat.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.