Odaily Planet Daily melaporkan, CEO Kalshi, Tarek Mansour, pada hari Senin membantah gugatan negara bagian New York terhadap perusahaan, menyatakan bahwa kasus ini bukan hanya menargetkan kontrak terkait olahraga, tetapi juga menantang seluruh model bisnis pasar prediksi.
Mansour menyatakan bahwa jika logika gugatan di negara bagian New York berlaku, "hal itu dapat disalin dan ditempelkan untuk menggugat Nasdaq." Ia menyebut cara kerja Kalshi lebih mirip Nasdaq: platform tersebut mempertemukan pembeli dan penjual, serta mengenakan biaya transaksi sekitar 1%, bukan seperti perusahaan taruhan olahraga tradisional DraftKings yang bertindak langsung sebagai bandar dan bertaruh melawan pengguna.
Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James, menggugat Kalshi minggu lalu, menuduh kontrak peristiwa tersebut merupakan perjudian ilegal, dan menuntut ganti rugi minimal senilai $36 miliar, dengan jumlah pastinya masih menunggu perhitungan lengkap.
Mansour juga membandingkan tantangan regulasi dan hukum yang dihadapi Kalshi dengan hambatan regulasi yang dihadapi Uber dan Airbnb di masa awal, menyiratkan bahwa pasar prediksi juga merupakan bagian dari ekonomi platform baru yang rentan terhadap salah paham atau regulasi berlebihan dalam kerangka hukum yang ada.
